Komunitas J-MA Bersama Pemilih Pemula Kampanyekan Stop Hoax dan Kampanye Hitam - strategi.id
Nusantara

Komunitas J-MA Bersama Pemilih Pemula Kampanyekan Stop Hoax dan Kampanye Hitam

Strategi.id – Tangerang, Banten (17/1/18) Komunitas Jokowi-Ma’ruf Amin (J-MA) bersama sejumlah pemilih pemula lakukan pemasangan spanduk bertuliskan “stop kampanye hitam & hoax” diawali di Kelurahan Pendurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang selanjutnya akan dipasang diseluruh Tangerang Raya.

Pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk kampanye untuk menghentikan kampanye hitam dan berita bohong atau hoax, yang belakangan kerap terjadi.

Baca Juga : SNCI dan TRB Gelar Rapat Kordinasi untuk Memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin

Komunitas J-MA berharap kampanye hitam dan hoax tidak mencederai proses demokrasi menjelang Pemilu 2019. Komunitas J-MA Tangerang Raya terus bergerak untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, supaya tidak mudah terpengaruh dan ikut menyebarkan kampanye hitam dan hoax.

Koordinator Komunitas J-MA Tangerang Raya, Muhammad Tohirudin menyatakan, sejatinya pemilu harus berjalan aman dan damai. Jangan sampai bentuk-bentuk kampanye hitam dan penyebaran hoax merusak tatanan berdemokrasi.

“Kampanye hitam dan hoax sangat tidak dibenarkan pada demokrasi. Harusnya elit menjadi garda terdepan untuk dapat mengedukasi publik. Mereka harusnya bisa menggenapkan demokrasi Pancasila yang kita anut,” ujar Tohirudin.

Tohirudin juga mengatakan, “kita perlu merawat demokrasi dan melawan hal-hal (red: kampanye hitam dan hoax) itu agar demokrasi berjalan sesuai dengan rule-nya”.

Baca Juga : FKSJ Siap Kerja Nyata Menangkan Jokowi-Ma’aruf

Menurut Tohirudin, perbedaan itu merupakan satu keniscayaan, tapi bukan berarti ketika kita berbeda pilihan politik, kita akan melakukan apa saja untuk memaksakan kehendak kita kepada orang yang berbeda pilihan.

Belakangan, persoalannya karena perbedaan sikap politik, ada oknum yang melakukan hal-hal yang keluar dari etika politik. Seperti melakukan kampanye hitam dan menyebarkan hiax.

Pihaknya berharap, dengan upaya mengingatkan melalui spanduk, paling tidak publik dan elite partai bisa bersama-sama membawa pesta demokrasi pada sebuah keadaban. “Dengan begitu tidak ada saling menjatuhkan, tidak ada pihak-pihak lain yang dirugikan dengan hoax,” tutup Tohirudin mantan aktivis FKSMJ’98

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top