23 Tahun Kota Bekasi: Patriotisme Mewujud Dalam Pembangunan dan Program Pro Rakyat - strategi.id
Corong

23 Tahun Kota Bekasi: Patriotisme Mewujud Dalam Pembangunan dan Program Pro Rakyat

Strategi.id – Perlahan namun pasti, Kota Bekasi terus berbenah. Di usianya yang ke-23 tahun, wilayah dalam naungan provinsi Jawa Barat yang berjuluk Kota Patriot itu, terus menunjukkan perkembangan pembangunan yang pesat.

Meskipun sering disebut sebagai salah satu kota penyangga ibukota, keberadaan Kota Bekasi terhitung menjadi daerah yang penting dan strategis baik secara sosial ekonomi, sosial budaya dan sosial politik bagi kepentingan nasional. Terlebih bagi Jakarta.

Selain menjadi salah satu jalur utama distribusi barang dan jasa. Kondisi geografis yang menjanjikan, menempatkan Kota Bekasi tidak hanya menarik secara ekonomi. Kota kelahiran KH. Noer Ali-pahlawan nasional yang memiliki simbol 5 bambu runcing ini, juga memiliki kekayaan kultur dalam bentuk tradisi, sejarah dan keunikan nilai-nilai kehidupan masyarakatnya. Hal ini yang terus membuat investasi bergairah merambah Kota Bekasi diberbagai sektor.

Kini Kota Bekasi, tak ubahnya seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Semua dimensi kehidupan yang ada di kota metropolitan sangat mudah ditemukan di tempat yang terkenal dengan Pucung Gabus sebagai makanan khasnya dan kesenian Topeng Bekasi yang ikonik.

Kota Bekasi yang terdampak modernitas itu, terlihat dari fisik yang bergelimpahan kawasan perbelanjaan, pendidikan dan olah raga, sarana pariwisata dan hiburan, perangkat teknologi informasi dan berbagai fasilitas kemudahan dan kemewahan lain yang memanjakan warganya. Termasuk penataan taman kota dan pelestarian lingkungan lain hingga terangkainya infrastruktur nasional bisa dijumpai di Kota Bekasi.

Mempercantik diri dan Melayani Masyarakat

Berkolerasi dengan Visi-Misi Kota Bekasi yang bertekad menghadirkan masyarakat yang “Cerdas, Maju, Kreatif, Sejahtera dan Ihsan”. Pemerintah Kota Bekasi, lebih dari satu dekade ini sedikit demi sedikit berhasil membangun perubahan dan citra kelayakan sebuah kota.

Lama menyandang gelar sebagai kota terkotor dan identik dengan kriminalitas dan menjadi sarang teroris. Bahkan pernah suatu ketika, Kota Bekasi pernah dibully di media sosial sebagai kota sampah, Kota macet dan semrawut, juga berada di luar angkasa saking dianggap jauhnya. Sebuah stigma negatif, yang merugikan dan menyakitkan bagi masyarakat Kota Bekasi. Namun berkat kerja keras dan cerdas, gotong royong dan kesinambungan sinergis antara aparatur pemerintahan dan masyarakat serta stage holder.

Pemerintah Kota Bekasi telah berhasil dan terus melakukan program pembangunan dan upaya yang mengarah pada trend positif. Baik pada sektor manajemen birokrasi maupun pelayanan publik. Meskipun masih terus berproses hingga sejauh ini, dibawah kepemimpinan DR. H Rahmat Efendi dan DR. H Tri Adriantoro sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, masyarakat boleh berbangga karena daerahnya diganjar berbagai penghargaan dari nasional dan dunia internasional khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelayanan publik.

Konsisten Pada Program Pro Rakyat

Sebenarnya banyak prestasi yang diukir pemerintah Kota Bekasi melalui fakta integritas aparaturnya, lompatan kinerja yang visioner, dan optimalisasi pelayanan kebutuhan masyarakat. Dari pelbagai torehan keberhasilan yang telah dilakukan pemerintah Kota Bekasi, seperti pemerataan pembangunan dengan infrastruktur hingga ke daerah pelosok, pelayanan publik yang langsung, terbuka, berbasis digital, hingga pelaksanaan program Smart City.

Pemerintah Kota Bekasi yang terkenal sangat mengedepankan kehidupan masyarakatnya yang memegang teguh prinsip-prinsip kemajemukan dan toleransi ini, juga berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak hanya mengandalkan investor. Lebih dari itu dan patut diacungi jempol dan mendapatkan apresiasi, karena pemerintah Kota Bekasi berani dan aspiratif dalam merealisasikan program Kartu Sehat Berbasis NIK.

Program sosial paling fundamental dan signifikan dalam menanggulangi permasalahan klasik sekaligus krusial yang ada pada masyarakat, yaitu pendidikan dan kesehatan. Terobosan kebijakan Rahmat Effendi sebagai kepala daerah ini, dirasakan efektif membantu masyarakat dan mendapat respon yang tinggi dari khalayak luas. Dengan program-program populis dan berpihak pada masyarakat, utamanya strata kehidupan masyarakat menengah ke bawah ini, diharapkan tetap konsisten dan berkesinambungan.

Karena selain sektor ini menjadi tulang punggung pelayanan publik, diharapkan efeknya juga mampu menjadi kekuatan sosial politik masyarakat sehingga secara langsung mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan akhirnya mampu mendorong lajunya roda ekonomi daerah.

Tentunya, pencapaian Kota Bekasi tidak berhenti sampai disitu. Upaya membangun kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi harus tetap flowring. Kebijakan program pro rakyat harus bertumbuh sesuai dinamika masyarakat dan zamannya.

Kedepan hambatan dan tantangan yang kontradiktif terhadap upaya itu, seperti gejala korupsi, penanganan sampah dan banjir, disharmonisasi hubungan sosial keagamaan dalam pergaulan masyarakat serta berbagai distorsi lainnya yang masih melekat dalam tataran perilaku birokrasi dan orientasi kebijakan. Harus dibenahi seiring tuntutan dan kebutuhan publik. Khususnya banjir yang menahun. Saban tahun selalu mampir di Kota Bekasi. Bahkan Kota Bekasi, satu-satunya Kota Bekasi yang menyatakan lumpuh akibat banjir tahun ini.

Demikian realitas kota tercinta, in shaaAllah semua ini bisa menjadi motivasi, refleksi sekaligus evaluasi. Kota Bekasi, diusia yang memang relatif belum dewasa dan matang, namun tidak bisa dibilang masih anak kemarin sore. Selayaknya mampu bersaing dan bisa menjadi pilot projek bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia. Menjadi percontohan bagaimana program pembangunan yang memanusiakan manusia. Dirgahayu Kota Bekasi, kemajuan yang tak pernah berhenti.
Semoga.

Yusuf Blegur-Pemerhati dan Pegiat Sosial.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top