75 Tahun Indonesia Merdeka: Ancaman Resesi Ekonomi, Titik Kembali ke Ekonomi Pancasila – strategi.id
Dialektika

75 Tahun Indonesia Merdeka: Ancaman Resesi Ekonomi, Titik Kembali ke Ekonomi Pancasila

Strategi.id - 75 Tahun Indonesia Merdeka: Ancaman Resesi Ekonomi, Titik Kembali ke Ekonomi Pancasila

Strategi.id – Pandemi COVID-19 (virus corona) belum hendak pergi dari muka bumi. Upaya menjinakannya dilakukan melalui uji coba dan pengembangan antivirus. Krisis Kesehatan tengah melanda dunia, disusul krisis dan resesi ekonomi yang tengah melanda sejumlah negara. Ada yang mengklaim, Indonesia tengah dilanda resesi menyusul negara Asia lainnya seperti Singapura, Thailand, dan Korea Selatan. Namun sebagian lain mengatakan perekonomian Indonesia masih dalam kondisi baik-baik saja.

Dalam pidato Kenegaraan 14 Agustus 2020, Presiden Joko Widodo mengatakan semua negara, baik miskin, berkembang, dan maju sedang mengalami kemunduran yang diakibatkan oleh Pandemi COVID-19 yang tengah terjadi. Terjadi krisis perekonomian dunia terparah dalam sejarah. Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi 2,97 persen pada kuartal pertama 2020, tetapi pada kuartal kedua kita minus 5,32 persen.

Kemunduran pertumubuhan ekonomi dan ancaman resesi bisa dijadikan momentum untuk melakukan koreksi total pada sistem ekonomi yang kita anut, serta melihat kembali rezim keuangan internasional yang kita ikuti. Juga inilah saatnya kita kembali mengembangkan dan melihat kembali sistem ekonomi Pancasila yang diwariskan oleh para pendiri Bangsa Indonesia. Mungkin sistem ekonomi Pancasila belum terlalu dalam dikaji, tetapi inilah momentum yang tepat untuk mengkaji dan mengembangkan sistem ekonomi Pancasila. Nantinya sistem itu bisa dijadikan sebagai solusi atau konsep dalam melakukan perbaikan ekonomi nasional.

Presiden Joko Widodo mengibaratkan perekonomian negara-negara dunia sebagai komputer, mengalami macet dan hang. Komputer harus mengalami mati sesaat, melakukan restart, dan re-booting. Negara mempunyai kesempatan melakukan setting ulang semua sistemnya. Dari penggalan pidato Presiden Joko Widodo itu, bisa dilihat ada peluang untuk melakukan restrukturisasi sistem perekonomian nasional, baik secara mikro maupun makro.

Ini bisa menjadi momen untuk kembali ke sistem perekonomian yang sesuai dengan pandangan hidup Bangsa Indonesia, yakni sistem ekonomi Pancasila. Sistem perekonomian Pancasila telah dicetuskan sejak negara Republik Indonesia masih sangat belia. Pemikir-pemikir nasional mencoba mengkonsepkan sistem ekonomi Pancasila. Walaupun belakangan sistem ekonomi Pancasila kalah pamor dengan sistem ekonomi pasar yang kapitalistik, pemikir-pemikir ekonomi Pancasila terus mengembangkan sistem ekonomi Pancasila yang berazaskan kekeluargaan.

Momentum ancaman resesi atau krisis ekonomi ini, bisa dijadikan titik awal bangkitnya sistem ekonomi Pancasila yang mengedepankan azas kekeluargaan dan gotong royong dalam memajukan perekonomian nasional. Bukan bermaksud untuk menyombongkan Bangsa sendiri, tetapi Indonesia memiliki modal yang cukup untuk mempraktikan sistem ekonomi Pancasila yang berazaskan kekeluargaan. Kini, tinggal bagaimana kita melakukan inventarisasi sumber daya yang kita miliki dan melakukan pengkajian ulang konsep perekonomian nasional kita.

Dalam langkah yang lebih konkret, harus ada solideritas, saling bantu binantu, serta bergotong royong antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahan swasta milik orang Indonesia, dan Usaha Miko Kecil, dan Menengah (UMKM). Di lain sisi, harus ada upaya untuk meningkatkan serta menumbuhkan rasa cinta kepada produk dalam negeri. Penting dibuatkan aturan agar rakyat khususnya aparatur negara membelanjakan uangnya ke outlet-outlet milik BUMN dan UMKM lokal. Dengan demikian, secara mikro perputaran roda perekonmian dalam negeri bisa tetap terjaga.

Secara makro, diperlukan rumusan kebijakan yang konkret dan holistik dalam melakukan kegiatan perekonomian. Jangan sekadar mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh rezim-rezim keuangan dunia, tetapi kita bisa juga merumuskan konsepsi perekonomian nasional yang sejalan dengan sistem ekonomi Pancasila. Inilah saatnya, kita kembali ke jati diri Bangsa Indonesia, kembali merumuskan dan memperkuat konsepsi serta peraktik sistem ekonomi Pancasila.

Dirgahayu 75 Tahun Indonesia! Pancasila Pandangan Hidup Bangsa yang harus dibumikan dalam setiap kebijakan yang diambil! Salam Pancasila!!!!

Penulis: Amos Tauruy (ASN Muda).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top