90 Tahun Sumpah Pemuda, Ajak Generasi Muda Rawat Keberagaman - strategi.id
Nusantara

90 Tahun Sumpah Pemuda, Ajak Generasi Muda Rawat Keberagaman

Strategi.id - 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ajak Generasi Muda Rawat Keberagaman
Strategi.id - 90 Tahun Sumpah Pemuda, Ajak Generasi Muda Rawat Keberagaman

Strategi.id – Salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah tantangan identitas kebangsaan. Berbagai survei dan penelitian menunjukan adanya upaya dari kelompok tertentu yang berupaya menggugat takdir Indonesia sebagai negara bhinneka. Untuk menangkal upaya tersebut, generasi muda memiliki peranan sentral sebagai kekuatan besar untuk menjaga fitrah Indonesia sebagai negara yang majemuk.

Pernyataan itu dikemukan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani dalam forum ‘National Youth Dialogue’ sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018 di Jakarta.

Jaleswari memaparkan, riset CSIS tahun 2017 menggambarkan lebih dari 50% generasi muda (19-29 tahun) tidak bisa menerima pemimpin beda agama. Hal ini tentu sudah sangat mengkhawatirkan, generasi muda tentu tidak boleh tinggal diam melihat fenomena ini.

“Berbagai riset dan survei sudah memberikan peringatan kepada kita semua bahwa identitas bangsa ini sedang digugat. Sekarang sudah waktunya bagi generasi muda, lewat pemikiran-pemikiran kreatifnya untuk lebih proaktif untuk mengisi ruang publik dan menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan kebhinnekaan lewat karya dan caranya masing-masing,” tegas Jaleswari.

Lebih lanjut Jaleswari menambahkan, kita punya target Indonesia Emas di tahun 2045, dan target itu hanya bisa tercapai kalau dari sekarang kesibukan kita adalah kesibukan yang sifatnya membangun negara dan bukan kesibukan yang memecah belah.

“Generasi muda jangan mau diwarisi Indonesia yang terpecah, generasi muda harus bergerak dari sekarang menjaga kebhinnekaan,” harapnya.

Forum ‘National Youth Dialogue’ diselenggarakan oleh ‘We The Youth’ serta Pamflet Generasi dengan mengangkat tema ‘Anak Muda Menangkal Intoleransi di Indonesia’ di kawasan Go Food Festival, Gelora Bung Karno, Senayan, DKI Jakarta pada 28 Oktober 2018.

Selain Deputi V sebagai perwakilan dari Kantor Staf Presiden pada forum tersebut, hadir sejumlah pembicara lain diantaranya, Reza Nangin (Cameo Project dan Global Ambassador YouTube Creators for Change 2017), Nia Sjarifudin (Koordinator Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika), Umamah Nisaul Jannah (Pegiat perdamaian, PANDAI Indonesia), serta Nindya Putri Prameswari (Penghayat Sapta Dharma).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top