Ada 143 penyandang Disabilitas Mental Akan Ikut Nyoblos di TPS – strategi.id
Nusantara

Ada 143 penyandang Disabilitas Mental Akan Ikut Nyoblos di TPS

Strategi.id - Ada 143 penyandang Disabilitas Mental Akan Ikut Nyoblos di TPS (Foto: antara/ampelsa)
Strategi.id - Ada 143 penyandang Disabilitas Mental Akan Ikut Nyoblos di TPS (Foto: antara/ampelsa)

Strategi.id – Ada 143 penyandang disabilitas mental atau orang gila di Kota Bekasi, Jawa Barat memperoleh hak pilih di dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019. Oleh sebab itu, mereka akan diberikan kesempatan menentukan pilihannya pada 17 April mendatang.

“Data tersebut berdasarkan yang ditetapkan oleh Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatan Sipil), kita cuma mengikuti undang-undang saja,” ungkap Komisioner Divisi Data KPU Kota Bekasi, Pedro Purnama Kalangi di kantornya, Selasa (16/5/19).

Baca Juga : Dugaan Kecurangan Pemilu di 7 Negara, TKN Jokowi-Ma’ruf Laporkan ke Bawaslu

Menurutnya, berdasarkan data tersebut, 143 orang dengan disabilitas mental itu tersebar di dua yayasan yang menampung orang dengan gangguan jiwa. Pertama Yayasan Zamrud di Mustika Jaya sebanyak 12 orang disabilitas mental yang memiliki KTP Kota Bekasi dan 22 orang dengan KTP luar Kota Bekasi.

Sedangkan tempat kedua adalah Yayasan Galuh di Mustikajaya. Tercatat 25 orang dengan disabilitas mental memilki KTP Kota Bekasi dan 84 lainnya dengan KTP luar kota. Sementara formulir C6 sudah didistribusikan ke tempat tersebut. “Mereka mempunyai hak untuk memilih sebagaimana undang – undang,” ujarnya.

Untuk teknis pemilihan sendiri, kata dia, petugas TPS yang akan mendatangi yayasan itu pada pukul 12.00 WIB. Karena tidak ada TPS khusus bagi penyandang disabilitas mental tersebut selayaknya penguni lapas atau orang yang sedang dirawat di rumah sakit. “Berdasarkan data itu, belum tentu semuanya mencoblos,” jelasnya.

Baca Juga : Terkena Air Hujan, Puluhan Kotak Surat Suara Pemilu di Trenggalek Basah

Pedro menjelaskan, petugas yang datang ke lokasi hanya datang membawa semua perlengakapan pencoblosan tanpa memakasa mereka untuk ikut mencoblos. “Kalau kita datang, ya mereka silahkan mencoblos. Kalau tidak ya tidak masalah, karena kita tidak akan memaksa,” tegasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top