Aktivis, Politikus dan Mantan Pemred Rahman Tolleng Meninggal Dunia – strategi.id
Nusantara

Aktivis, Politikus dan Mantan Pemred Rahman Tolleng Meninggal Dunia

Strategi.id - Aktivis, Politikus dan Mantan Pemred Rahman Tolleng Meninggal Dunia

Strategi.id- Politikus senior yang juga mantan Pemred Suara Karya Rahman Tolleng meninggal dunia, Selasa (29/01/19). 

Rahman Tolleng wafat pukul 05.25 WIB di RS Abdi Waluyo, Rahman sempat dilarikan ke Rumah Sakit Omni Pulo Mas. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluh sesak napas.

Rahman tutup usia setelah menderita penyakit komplikasi. Jenazah Rahman disemayamkan di Rumah Sakit abdi Waluyo dan akan dimakamkan di Ciburial, Bandung.

Baca Juga : Bambang Soesatyo Jurnalis Yang Jadi Ketua DPR

Wartawan senior Goenawan Mohamad melalui akun Twitternya membenarkan kabar wafatnya aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia terbut.

“Rahman Tolleng, aktivis Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) sejak akhir tahun 1950-an meninggal pagi ini di Jakarta. Pejuang demokrasi yang konsisten, tanpa pamrih, berkali-kali gagal — tanpa putus asa. Sahabat yang tak selamanya,” tulis Goenawan Mohamad  di akunnya, Selasa.

Guenawan menyatakan, meski bukan penggemar puisi, ada satu sajak yang selalu dikenang dari penyair Belanda Hanriette Roland Holst:

“Kita adalah angkatan yang musti punah/Agar tumbuh generasi yang lebih sempurna di atas makam kami.”

Mantan Menkeu Chatib Basri juga menyampaikan duka cita lewat akun Twitter-nya. Chatib menjelaskan, Rahman merupakan sahabat sekaligus gurunya.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Duka yang amat dalam pagi: telah meninggal dunia sahabat, kakak dan guru saya A. Rahman Tolleng. Nama yang akan tercatat dalam sejarah politik Indonesia. Saya akan selalu kenang, diskusi dan obrolan politik kita. Selamat jalan Bos,” tulis @ChatibBasri.

Mantan Menristrek Muhammad A S Hikam dalam akun FB nya mengatakan ” SELAMAT JALAN BANG RAHMAN TOLLENG. Saya termasuk orang yang sangat mengagumi almarhum Bang Rahman Tolleng atau yg akrab dipanggil dg sebutan “boss” oleh teman dekat beliau. Walaupn pergaulan saya bisa dibilang terbatas, baik dr segi waktu maupun volumenya, tetapi tetap saja almarhum saya masukkan dalam kategori sosok yang saya kagumi.”

Selanjutnya beliau juga mengatakan ” Selamat jalan Bang Tolleng, semoga husnul khotimah. Jika nanti bertemu alm GD, lanjutkan diskusinya dan tertawalah seperti dulu ketika menikmati guyon beliau. Alfatihah..”

Perjalanan Rahman ditandai pada pengujung era Orde Lama. Pada 1965, Rahman tercatat menjadi penggerak lahirnya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Berkecimpung di dunia yang memperjuangkan kepentingan rakyat membuat Rahman melek politik. Pria kelahiran Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937 itu lantas terjun sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) pada 1968 hingga 1971. Menjelang Pemilu 1971, ia turut menjadi saksi transformasi Sekretariat Bersama Golongan Karya menjadi Golkar.

Baca Juga : Bincang Santai dengan Media, Cerita Kebahagian Keluarga

Pada era yang sama, ia ditunjuk sebagai Pemimpin Redaksi Harian Suara Karya yang berkiblat pada Partai Golkar. Perjalanan Rahman di dunia politik sempat terjegal. Ia dan sejumlah aktivis pernah ditahan di Rutan Militer Boedi Oetomo, Jakarta, selama 16 bulan.

Perjalanan Rahman Tolleng kembali bersinar pada 1990-an. Ia menjadi pelopor lahirnya Forum Demokrasi atau Fordem. Fordem menjadi penggerak majunya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai Presiden RI. Selain berkecimpung di politik, Rahman aktif sebagai Direktur Penerbitan PT Pustaka Utama Grafiti pada 1991 hingga 2006.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top