Anis Baswedan: Ingin Mejaga Hubungan Baik Antara Jakarta dengan Bekasi – strategi.id
Nusantara

Anis Baswedan: Ingin Mejaga Hubungan Baik Antara Jakarta dengan Bekasi

strategi.id - Sejumlah truk sampah DKI Jakarta antre memasuki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Risky Andrianto
strategi.id - Anis Baswedan: Ingin Mejaga Hubungan Baik Antara Jakarta dengan Bekasi

Strategi.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI komitmen menjalankan kesepakatan bersama Pemkot Bekasi soal pemanfaatan lahan Bantar Gebang sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Untuk itu, Anies telah mencairkan dana Rp 194 miliar per Mei 2018.

“Kami ingin terus menjaga hubungan baik itu sehingga kewajiban-kewajiban kita, kita tunaikan. Untuk 2018, sudah ditunaikan per bulan Mei, nilainya Rp 194 miliar dan untuk 2019 nilainya Rp 141 miliar,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/18). Biaya tersebut merupakan anggaran untuk bantuan keuangan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang telah disetujui oleh Pemprov DKI kepada Pemkot Bekasi.

Dengan itu, Anies berharap Pemprov DKI dapat terus menjaga hubungan yang selama ini cukup baik, antara dua wilayah tersebut.

“Pemprov DKI akan terus menunaikan yang menjadi kesepakatan, sehingga kita bisa teruskan dan menjaga hubungan yang selama ini baik,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/18).

Rahmat Effendi Walikota Bekasi Mengungkapkan bahwa “Bantar Gebang ini menimbulkan dampak banyak baik lingkungan maupun lainnya. Padahal ada kerjasama, hak dan kewajiban harus saling menjalankan,” , Jumat (19/10/2018).

“Coba, Pak Anies saja belum pernah mampir ke TPST Bantar Gebang,” katanya.

Dia mengungkapkan, pada masa era Anies Baswedan, Pemkot Bekasi belum mendapat dana kemitraan, melainkan hanya kompensasi bau.

Sebelumnya, 51 truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI di cegat oleh Dishub Pemkot Bekasi saat menuju TPST Bantar Gebang, Bekasi. Pencegatan dan penahanan itu karena Dishub Pemkot Bekasi menilai ada pelanggaran perjanjian kerjasama soal pengangkutan sampah yang dilakukan truk-truk tersebut.

Kepala Dishub Kota Bekasi Yayan Yuliana menjelaskan, dalam perjanjiannya, truk sampah DKI Jakarta yang melintas Tol Bekasi Barat harus bersifat konvektor (tertutup). Namun kenyataan yang ia temui di lapangan, truk sampah asal DKI dengan bak terbuka melenggang pada pagi sampai siang hari keluar dari Tol Bekasi Barat.

“Ternyata kemarin dari pagi sampai siang ada sampah DKI keluar dari Tol Barat yang terbuka, itu kan sudah menyalahi perjanjian dari kerjasama,” kata Yayan.

“Ya kita bukan hanya terkait itu, ya. Karena begini, dalam perjanjian Bekasi dengan DKI, ada beberapa item, salah satunya tentang pengangkutan sampah itu, ada juga tentang kompensasi. Dari beberapa item, DKI belum melaksanakan kewajiban-kewajiban itu,” ujar Yayan.

Yayan menegaskan penindakan truk sampah DKI akan dilakukan berlanjut. Selain urusan pengangkutan sampah dengan truk tanpa penutup, truk dari DKI juga ada yang tidak dilengkapi surat-surat.

“Kita kan ada dalam MoU ya, perjanjian antara Bekasi dan DKI itu diatur tentang pengangkutan dan rute. Waktu pengangkutan ini kan diatur untuk yang tol (Bekasi) Barat ini dari jam 9 malam sampai jam 5 (pagi), itu kendaraan semua jenis bisa melewati situ. Kalau dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam, hanya kendaraan yang berjenis konvektor (penutup),” papar Yayan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menyebut 51 truk-truk yang ditahan sudah kembali beroperasi pada Kamis (18/10/18) dini hari.

“Truk sampahnya jam 2 pagi sudah dilepas, itu ada 51 truk,” ujarnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top