Apa Benar Pilpres 2019 Minim Program dan Hanya Saling Serang? - strategi.id
Nusantara

Apa Benar Pilpres 2019 Minim Program dan Hanya Saling Serang?

Prabowo Sebut Pembangunan Infrastruktur Jokowi Grusa Grusu

Strategi.id – Pengusaha mengeluhkan iklim politik Indonesia di tengah gelaran Pilpres 2019 yang tidak kondusif. Yang paling dikeluhkan adalah kampanye yang hanya terlihat saling tuding dan kurang memperlihatkan program yang dibawakan kedua pasangan calon (paslon).

Hal ini berujung pada ketidakpastian iklim usaha yang membuat mereka menjadi menunggu untuk mengambil langkah bisnis yang menguntungkan.

Lalu, atas keluhan tersebut bagaimana tanggapan tim kampanye dari kedua paslon?

baca juga : Debat Kedua, Pengamat Nilai Prabowo Minim Ide

Tim kampanye dari kedua paslon sendiri mengakui masing-masing capres-cawapres yang diusungnya kurang mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan programnya secara detail.

Pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menyebutkan bahwa memang benar program ekonomi yang diusung oleh capres-cawapresnya belum secara utuh terjemahkan ke publik.

Dikutip dari detik”Memang program ekonomi belum sepenuhnya terpublikasikan secara utuh dalam perdebatan politik saat ini,” ungkap Juru bicara TKN, TB Ace Hasan Syadzily, Jumat (1/3/19).

Ace menilai seharusnya para pengusaha yang mengeluh bisa melihat kembali apa yang telah dilakukan Joko Widodo sebagai capres petahana selama menjadi presiden. Dia mengklaim ekonomi Indonesia di bawah Jokowi sudah lebih baik.

baca juga : Jokowi: Debat Kok Dilaporkan, Enggak Usah Debat Saja

“Namun yang seharusnya dilihat oleh pelaku ekonomi sebetulnya adalah berbagai kebijakan ekonomi yang telah dijalankan pemerintahan. Ekonomi yang sekarang ini dinilai lebih baik dan stabil di tengah tekanan ekonomi global,” ungkap Ace.

Di lain pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sebagai kubu penantang juga mengakui bahwa ruang untuk memperlihatkan program yang dibawa capres-cawapresnya masih sedikit. Tapi dia menilai kebijakan yang akan dibawa Prabowo-Sandi sudah sedikit dijabarkan saat debat.

“Sebenarnya kebijakan tersebut sudah dalam visi misi, dan sebagian sudah muncul dalam debat. Tapi memang rinciannya belum banyak dibahas, sehingga terlihat seolah tidak kongkret,” ungkap Drajad.

Drajad juga menilai bahwa apa yang tersebar di media sosial pun hanya pernyataan “ceblang-ceblung” saja, alias konten yang minim kebijakan. Hal tersebut menurutnya tidak mendidik.

Apalagi, yang ramai di media sosial adalah ucapan “ceblang-ceblung” yang minim konten kebijakan. Saya sering menolak merespon “ceblang-ceblung” tersebut. Karena, tidak produktif dan tidak mendidik,” ungkap Drajad.

Sebelumnya, taipan Sofjan Wanandi mengeluhkan iklim politik Indonesia di tengah gelaran Pemilu 2019. Dia menilai para paslon hanya saling tuding dan minim menjelaskan apa program yang ingin diperkenalkan ke publik.

“Saya kemarin bertemu dengan banyak pengusaha, itu semua mempersoalkan kok kita kampanye kali ini tidak bicara program banyak ya? Cuma saling menghujat satu sama lain, ini gimana kita, ini mana yang harus kita pegang, nah ini yang menimbulkan was-was terhadap para pengusaha maka wait and see itu terjadi,” ungkap Sofjan pada saat menghadiri CNBC Economic Outlook 2019, Kamis (28/2/19). (btw/is)

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Atas