Apatisme Aktivis Dalam Kehidupan Masyarakat – strategi.id
Corong

Apatisme Aktivis Dalam Kehidupan Masyarakat

Strategi.id - Ilustrasi Aktivis
Strategi.id - Ilustrasi Aktivis

Strategi.id – Dikalangan mahasiswa kata aktivis bukanlah hal yang asing lagi dan bukan hal yang baru dalam kehidupan masyarakat. Istilah aktivis semakin populer dalam kehidupan masyarakat, terutama di kalangan anak muda dan mahasiswa. Setiap orang yang bergabung dalam suatu suatu lembaga dan organisasi yang bertujuan memperjuangkan hak orang lain di sebut aktivis. Aktivis perempuan misalnya, mereka di kenal dengan visi dan misinya menyuarakan kesetaraan gender dan memperjuangkan hak-hak perempuan yang sering menjadi korban diskriminasi. Aktivis HAM di kenal sebagai orang-orang yang memperjuangkan hak asasi manusia, dan masih banyak lagi aktivis di bidang yang lain membawa perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Dalam dunia mahasiswa, kita sering mendengar organisasi yang bersifat eksternal seperti ( HMI, GMKI, PMII, IMM, PMKRI, dan GMNI ) Maupun organisasi yang lokal atau berbasis kedaerahan, Walaupun berorganisasi bukanlah hal yang wajib dalam dunia pendidikan, namun ada nilai istimewa yang di dapatkan oleh mahasiswa yang aktif dan loyal dalam berorganisasi.

Dengan bergabung dan terjun di organisasi akan memberikan perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berpikir, pengetahuan, kepemimpinan dan bersosialisasi dengan masyarakat yang notabenenya tidak di ajarkan di bangku perkuliahan, organsiasi memang tidak menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah, akan tetapi kita sudah memiliki pengalaman baik di dunia kerja maupun bersosialisasi dengan masyarakat.

Organisasi menjadi wadah yang sangat penting bagi mahasiswa untuk menggali serta mengembangkan potensi, bakat, dan segala aspirasi mahasiswa, organisasi juga menjadi wadah yang mencetak banyak generasi-generasi yang kritis dan idealis dalam membawa perubahan terhadap bangsa dan negara.
Setiap organisasi seperti HMI, GMKI, PMKRI, IMM, PMII, dan GMNI memiliki tujuan organisasi yang berbeda namun organisasi-organisasi tersebut memiliki peran dan fungsi yang sama yaitu penampung aspirasi mahasiswa dan pembawa perubahan bagi masyarakat.

Peran aktivis sangat besar, yang kita ketahui sampai sekarang dan telah menjadi bagian dari sejarah dalam membawa perubahan pada system kekuasaan dan pemerintahan di negeri ini, salah satunya aksi luar biasa yang pernah di lakukan oleh kelompok aktivis dalam catatan sejarah Indonesia ketika kelompok aktivis ini menggulingkan rezim orde baru yang banyak terjadi penyimpangan tidak memihak pada rakyat. Sebagai masyarakat tentunya kita patut berterima kasih dan mengapresiasi sikap kritis dan mental pemberani dalam memperjuangkan hak rakyat. Meski berada dalam situasi yang berbahaya dan mengancam pada waktu itu, tetapi para aktivis muda itu tak pernah gentar dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan melawan pemerintah.

Masalah yang dihadapi saat ini adalah aktivis sering melupakan peran dan fungsinya sebagai agen of change dan agen of social control, malah memilih bungkam dan berada dalam pangkuan sang pemangku kepentingan.
Kita sering melihat organisasi yang setiap minggunya rutin melakukan pertemuan atau melakukan kajian ilmiah tetapi tidak ada program yang di realisasi untuk kepentingan masyarakat, banyak sekali aktivis yang terlena dengan politik praktis hingga melupakan tugas dan kewajibannya sebagai sebagai wakil yang menampung aspirasi dari masyarakat.

Banyak aktivis yang tampil di depan publik karena ingin dikenal oleh banyak orang, melakukan demonstrasi sana sini, selalu mengenakan baju aktivis sehingga bisa memperlihatkan kepada semua orang kalau mereka adalah seorang aktivis. Lebih miris lagi, ketika berdiri di depan mereka Berorasi dengan suara lantang, seolah-olah mereka adalah pemberontak dalam menuntut keadilan rakyat. Tetapi ketika berhadapan dengan penguasa, mereka bungkam setelah ditawarkan sedikit uang.

Oleh karena itu perlu adanya kesadaran bagi setiap mahasiswa akan peran penting dalam sebuah organisasi kemahasiswaan, terutama bagi mereka yang loyalitas nya tinggi terhadap sebuah organisasi. Tugas dan tanggungjawab aktivis adalah sebagai agen perubahan dalam kehidupan masyarakat, menjadi seorang aktivis bukan hanya sekedar berorasi dengan suara yang lantang dan melakukan demonstrasi dimana saja, tetapi seorang aktivis harus memiliki tanggungjawab moral yang wajib di pertanggunjawabkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top