APPSANTI : Maraknya Kekerasan dan kurangnya Empati Akibat Minimnya Perhatian Aspek Sosiologis dan Antropologis - strategi.id
Nusantara

APPSANTI : Maraknya Kekerasan dan kurangnya Empati Akibat Minimnya Perhatian Aspek Sosiologis dan Antropologis

Strategi.id - APPSANTI : Maraknya Kekerasan dan kurangnya Empati Akibat Minimnya Perhatian Aspek Sosiologis dan Antropologis

Strategi.id – Asosiasi Program studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Se- Indonesia (APPSANTI) menggelar Temu Ilmiah Nasional ke-14 di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB),Selasa (15/10/19).

Temu Nasional yang dihadiri ratusan ilmuwan dan tenaga pengajar Sosiologi dan Antropologi Se-Indonesia ini membahas tantangan pembelajaran Sosiologi dan Antropologi di Era Disrupsi.

Dalam temu ilmiah nasional yang berlangsung di Universitas yang didirikan Pahlawan Nasional Muhammad Zainudin Abdul Madjid ini diantaranya menghasilkan temuan melalui diskursus ilmiah yang panjang bahwa minimnya aspek sosiologis antropologis dan minimnya kearifan lokal dalam ranah pendidikan maupun pelatihan di institusi pendidikan maupun aparat penegak hukum telah mendorong dominanya praktek kekerasan dan minimnya empati masyarakat pada korban kekerasan yang dimulai dari paradigma berfikir aktor-aktor utama dalam institusi tersebut yang nihil aspek-aspek diatas. Parahnya fenomena ini juga meluas ditengah-tengah masyarakat.

” Saat ini problem terbesar bangsa Indonesia adalah problem sosial, sayangnya negara dan kita semua sering abai untuk mengurai problem ini, kami melalui temu ilmiah nasional ini menemukan bahwa nihilnya aspek sosiologis antropologis dan kearifan lokal dalam institusi pendidikan, pelatihan dan pembangunan sosial, menjadi faktor utama tumbuh suburnya kekeraaan dan minimnya sikap empati ditengah-tengah masyarakat maupun dilapisan elit” ujar Ubedilah Badrun, ketua APPSANTI ditengah-tengah Temu Ilmiah Nasional.

Oleh karena itu menurut Ubedilah Badrun Institusi pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi termasuk institusi aparat penegak hukum harus mempertimbangkan aspek sosiologis antropologis dan kearifan lokal dalam kurikulumnya.

Perguruan tinggi anggota APPSANTI terdiri dari 21 perguruan tinggi yaitu UNJ Jakarta ,UNTIRTA Banten , UPI Bandung, UNNES Semarang, UNS Solo, UNY Yogyakarta, UM Malang, UNESA Surabaya, UNP Sumatera Barat, STKIP Sumatera Barat, UNIMED Medan, ULM Banjarmasin, UNTAN Pontianak, UNISMUH Makassar, UNM Makassar, UNIMA Manado, Univ.Hamzanwadi Lombok, UNRAM Mataram, UNU Mataram, UNIVMUH NTT, dan UNDIKSA Bali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top