'Aroma' Romantis Pasar Bunga Cikini - strategi.id
Merah Putih

‘Aroma’ Romantis Pasar Bunga Cikini

'Aroma' Romantis Pasar Bunga Cikini

Strategi.id – Dalam rangka menyambut hari Valentine, saya memutuskan untuk mengunjungi Pasar Bunga Cikini. Pasar Bunga jadul ini selalu terlihat ramai di Hari Kasih Sayang, karena ternyata masih banyak orang yang menghadiahkan bunga sebagai ungkapan kasih sayang.

Pagi ini, Kamis (14/2/19), Pasar Bunga Cikini masih tampak lengang. Lantai sekitar pasar nampak masih basah, bahkan di beberapa ruas jalan terlihat sisa air menggenang akibat hujan yang turun semalam. 

Toko-toko bunga di Cikini sepintas terlihat rapi. Beberapa toko berjajar di satu gang kecil dengan dinding yang menjadi sekat antara satu toko dengan lainnya. Sementara toko di sisi jalan hanya memakai tenda sebagai tempat bernaung. 

Ada sekitar 30 toko yang menjual bunga satuan, hingga rangkaian bunga untuk beragam keperluan mulai dari dekorasi pernikahan hingga ucapan duka cita.

Baca Juga : Sejarah Kelam Dibalik Hari Kasih Sayang

Pasar bunga tertua di Jakarta ini menjual berbagai macam bunga, baik dari dalam negeri maupun bunga luar negeri. 

Mulai dari bunga mawar, krisan, anyelir, lili, baby breath, snapdragon, peacock, anggrek, gerbera, dan beberapa jenis bunga lain yang tak kalah cantik.

Saat berjalan ke depan pasar, terlihat satu bunga papan yang hendak dikirim ke satu pemakaman di Jakarta. 

Saya mendatangi sebuah toko yang beberapa karyawan sedang sibuk merangkai bunga papan untuk dikirim siang hari itu. 

Sang pemilik toko, Dian, mengaku tidak ada regulasi yang membatasi jenis penjualan bunga di sini, seperti halnya yang berlaku di Pasar Rawa Belong. 

“Semuanya bisa jual bunga dengan jenis apapun, sebanyak apapun. Tidak ada batasan,” ujar Dian.

Harga yang ditawarkan sangat bervariasi. Bunga termurah adalah gerbera yang dibanderol Rp7.000 per tangkainya, sedangkat untuk bunga anggrek bulan dibanderol dengan harga Rp250 ribu per potnya.

Kebanyakan penjual bunga di sini mencantumkan nomor teleponnya di pintu toko, jadi pelanggan bisa dengan mudah memesan bunga dengan mengontak penjual.

“Bunga yang paling banyak dibeli itu mawar. Saya jual Rp10 ribu per tangkai, kalau hari valentine bisa jauh lebih mahal,” ujar Dian.

Dian menuturkan jika bunga papan, harganya tergantung ukuran. Untuk ukuran kecil (1 x 1,2 m) dijual dengan harga Rp650 ribu, tapi belum termasuk ongkos kirim. 

Biasanya, ia melanjutkan, proses pembuatannya butuh waktu 3-4 jam.

Dia menuturkan untuk bunga-bunga import seperti tulip dan lily casablanca, baiknya dipesan jauh-jauh hari. Selain itu bunga import juga harus dipesan dalam jumlah banyak. Hal tersebut dikarenakan bunga import cukup sulit dicari. 

Tak jauh dari toko milik Dian, saya melihat seorang penjual bunga lain sedang melepaskan kelopak-kelopak bunga yang layu dari kepalanya. 

Setelah saya hampiri dan meminta penjelasan tentang apa yang sedang dilakukannya, pria Abas itu menjelaskan kelopak bunga yang sudah layu biasanya dijadikan taburan makam atau dekorasi meja.

Abas mengaku jarang orang yang datang langsung untuk membeli di hari biasa, mereka lebih memilih memesan via WhatsApp dan dikirimkan dengan layanan ojek online karena lebih praktis.

Baca Juga : Jomblo Tetap Bisa Happy di Hari Kasih Sayang dengan Kegiatan ini

Menurut Abas kebanyakan bunga-bunga di sini berasal dari Bandung (Lembang), Cipanas, Bogor, hingga Malang. 

“Bunga di sini dikirim dua kali seminggu, Selasa dan Jumat. Kalau mau bunga yang segar, datang aja pas hari itu.”

Pasar bunga yang terletak tepat di seberang Stasiun Cikini ini, buka 24 jam setiap hari kecuali saat Lebaran. 

Aksesnya yang mudah membuat pasar ini ramai dikunjungi orang, menggunakan transportasi publik pun bukan masalah yang besar untuk menuju Pasar Bunga Cikini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top