ASN Tak Netral di Pemilu Kurang dari 1% - strategi.id
Nusantara

ASN Tak Netral di Pemilu Kurang dari 1%

Strategi.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Syafrudin selalu mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk netral selama Pilpres 2019. Namun, ia tak memungkiri pihaknya masih menerima laporan terkait ketidaknetralan ASN di tingkat kementerian dan lembaga.

Mantan Wakapolri itu menjelaskan, berdasarkan pendataan disinyalir jumlah ASN tak netral kurang dari 1 persen dari total 4,3 juta ASN di seluruh Indonesia.

“Banyak laporan sedang didata menyebar di kementerian/lembaga dan menyebar di provinsi, kabupaten, dan kota. Dan itu masing-masing ditangani oleh pimpinannya. Kita hanya menerima saja. Alhamdulillah, tidak begitu masif (jumlah ASN tak netral), kurang dari 1 persen. Itu dari 4,3 juta,” jelas Syafruddin di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/3/19).

Ia mengakui memang ASN memiliki hak politiknya masing-masing, namun tetap diingatkan untuk selalu bersikap netral. Sikap tersebut bertujuan agar pemerintahan tetap berjalan dengan baik.

“ASN selalu kita imbau untuk netral dalam kehidupan politik. Betul ASN punya hak politik, tapi hak politiknya nanti digunakan di bilik suara. Jadi netral supaya kehidupan bangsa dan negara terutama roda pemerintahan berjalan dengan baik, supaya tidak terganggu,” kata Syafrudin.

Baca juga : Pegawai Honorer Dapat Jadi ASN Lewat Seleksi Jalur Khusus

Selain itu, Syafruddin meminta masyarakat untuk tidak menyamakan ASN dengan kepala daerah yang bisa menunjukkan pilihan politiknya.

“Jadi jangan disamakan kepala daerah dan ASN. Kalau gubernur itu karena pilihan politik, kalau ASN bukan pilihan politik,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku hingga kini belum menerima laporan terkait ketidaknetralan ASN di wilayah kerjanya. Senada dengan Syafruddin, pria yang akrab disapa Emil itu menegaskan ASN setingkat Sekda dan di bawahnya harus menjaga netralitas selama masa pemilu.

“Saya mah belum ada laporan dan saya sudah perintahkan dari Pak Sekda sampai ke bawah itu bukan makhluk politik dan harus netral. Sampaikan haknya di bilik suara,” tutup Emil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top