Ayah Ideal adalah Pemimpin Ideal – strategi.id
Nusantara

Ayah Ideal adalah Pemimpin Ideal

Strategi.id - Ayah Ideal adalah Pemimpin Ideal
Strategi.id - Ayah Ideal adalah Pemimpin Ideal

Strategi.id – Hari Ayah yang diperingati tiap 12 November, hanya berjarak dua hari dari peringatan hari Pahlawan 10 November. Jika ditanyakan kepada anak-anak, siapa pahlawan dalam hidup mereka? Sebagian besar dari mereka dapat dipastikan menjawab “ayah“. Termaksud, saya sendiri akan menjawab demikian.

Namun, tidak jarang juga anak yang membenci ayahnya karena berbagai alasan. Mungkin karena ayahnya tidak memberikan perhatian, menelantarkan, kasar kepada ibu sang anak, dan berbagai alasan sejenis. Ada juga anak yang merindukan kasih sayang dari seorang ayah, yang mungkin belum pernah dirasakan sejak anak itu di dalam kandungan.

Ayah memiliki peranan yang penting dalam pertumbuhan, dan pembentukan karakter sang anak. Baru-baru ini atau masih tayang dj bioskop film yang dilatar belakangi dari kisa nyata kehidupan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok. Film itu berjudul “A Man Called Ahok“, menceritakan bagaimana ayah Ahok yang bernama Kim Nam, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter Ahok muda. Dan sangat berperan menaruh dasar-dasar kejujuran dan rasa peduli terhadap orang lain.

Baca Juga : Sejarah Hari Ayah ternyata Berawal dari Hari Ibu

Prinsip-prinsip yang ditanamkan Kim Nam kepada Ahok dan saudara-saudaranya, tetap dipegang sampai Ahok menjadi pejabat di Belitung bahkan sampai menjabat Gubernur DKI Jakarta. Banyak juga anak-anak yang memegang teguh prinsip yang diajarkan ayah, sampai anak-anak tersebut menjadi orang-orang yang sukses. Ayah yang benar, bukan sekadar memberikan petuah prinsip atau nasihat saja, tapi dia juga menerapkan apa yang diajarkan kepada anak-anaknya.

Ayah yang baik tidak memanjakan anaknya dengan fasilitas yang serba mewah, dan menjanjikan anaknya untuk meninggalkan warisan berupa harta dan tahta. Ayah yang baik adalah ayah yang mengajarkan kepada anaknya untuk mandiri dan berani untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Ayah yang mengarahkan anaknya tanpa intervensi atau paksaan kamu harus jadi ini dan itu, melainkan memberikan sejumlah alternatif dan pilihan kepada anaknya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Pada waktunya, anak-anak itu akan menimbang apa yang terbaik untuk dirinya.

Ayah adalah kepala rumah tangga, pelindung, pemegang aturan seta pengayom bagi anak dan istri. Apa jadinya jika ayah yang tidak mampu menjaga dan mengayomi anaknya, bercita-cita tinggi ingin mengayomi anak-anak suatu bangsa? Pastilah menimbulkan pertanyaan dam cibiran. Karena semua di mulai dari keluarga, ibarat kalimat yang ada di dalam Alkitab, dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi. Mulai jadi pemimpin di komunitas kecil bernama keluarga seorang ayah dilihat, jika dia tidak mampu memimpin keluarganya, bagaimana dia bisa memimpin kelompok yang lebih besar?

Ayah ideal yang dirindukan para anak adalah, ayah yang bisa menerapkan prinsip kepemimpinan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso dan Tut Wuri Handayani. Di depan dia memberikan keteladaanan pada anaknya. Selanjutnya, ayah harus mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan anak, juga memiliki sikap egaliter kepada anak-anaknya. Dan penting bagi seorang anak, memiliki ayah yang mampu memotivasi serta memberikan dorongan kepada sang anak untuk mengejar cita-citanya setinggi langit.

Tidak lupa juga, ayah harus berani mengambil sikap untuk menghukup jikalau sang anak melakukan kesalahan. Tentunya dengan porsi yang sesuai dengan kesalahan yang dilakukan anaknya. Selain itu, sikap tegas sang ayah, tidak perlu ditunjukan dengan suara tegas dan terkesan kasar. Cukup dengan memberikan hukuman sesuai porsi kepada sang anak, ketika kesalahan dilakukan oleh anak itu.

Ayah ideal tidak menebarkan ancaman yang membuat anak merasa ketakutan. Tapi berupaya menjauhkan ancaman dari sang anak. Dan menutupi ancaman itu sendiri, sambil tetap melindungi anak agar terhindar dari ancaman. Sosok ayah yang baik dan ideal, merupakan pemimpin yang ideal. Apalah gunannya seorang ayah terlihat hebat dalam memimpin di luar, tapi rumah tangganya sendiri tak mampu dia pimpin? Anaknya sendiri tak percaya pada anaknya, ibu sang anak pun dibuat kecewa oleh ayah tersebut. Karena sebelum menjadi pemimpin besar, dimulai dulu dari memimpin diri sendiri dan komunitas tetkecil dalam masyrakat, yaitu keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top