Baca Buku Digital Sebagai Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan – strategi.id
Advertorial

Baca Buku Digital Sebagai Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan

Strategi.id - Baca Buku Digital Sebagai Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan

Strategi.id – Dalam rangka meningkatkan kesadaran global untuk menjaga lingkungan, 5 Juni dipilih sebagai Hari. Lingkungan Hidup Sedunia. Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) memilih tema untuk peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2020, yakni ‘Time for Nature’ atau ‘Waktu untuk Alam’.

Diharapkan seluruh manusia di dunia bisa memberikan sedikit waktu untuk menghargai alam, termasuk memiliki gaya hidup yang ramah lingkungan sehingga lingkungan yang asri dan nyaman masih bisa terjaga.

Baca Juga : Melalui Yayasan Benih Baik, OLX Indonesia dan BeliMobilGue.co.id Gagas Penggalangan Dana untuk Fasilitas Kesehatan di Jakarta

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, misalnya saja dengan menghemat air, baik dengan tidak berlama-lama mandi maupun mematikan keran air saat tidak digunakan.

The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan, akan terjadi krisis air bersih dalam skala global pada tahun 2030. Oleh karena itu, menghemat air tentu jadi salah satu langkah baik untuk menjaga lingkungan serta mencegah kekurangan air bersih di tahun mendatang.

Hal sederhana lain yang dapat dilakukan adalah mengelola sampah secara bijak. Pada 2019 tercatat bahwa Indonesia adalah negara dengan penghasil sampah kedua terbesar setelah Tiongkok dengan 66-67 juta ton sampah.

Baca Juga : Isi Saldo Tabungan Digibank by DBS Untuk Menikmati Aplikasi Gratis Transfer Semaunya

Sudah saatnya masyarakat Indonesia untuk mulai gaya hidup zero waste atau mengurangi penggunaan barang sekali pakai seperti sedotan, plastik sekali pakai dan beralih menggunakan barang yang dapat dipakai dalam jangka waktu panjang dan dapat didaur ulang.

Selain itu, biasanya dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia selalu ada aksi penanaman pohon massal.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita bisa mengambil langkah kecil seperti menanam pohon di halaman rumah masing-masing sehingga meski tidak ada kata ‘massal’, setidaknya kita sudah melakukan satu hal yang berguna bagi kelestarian lingkungan.

Jika menanam pohon dirasa sulit sebab tidak memiliki lahan atau media penanaman, maka sebaiknya kita mulai sama-sama mengurangi konsumsi benda yang dihasilkan dari penebangan pohon, seperti tisu, kapas, kertas dan lain sebagainya.

Baca Juga :ZTE Rilis Ponsel Pintar Axon 11 5G Pada 23 Maret 2020

Lantas bagaimana jika suka membaca buku, namun ingin berkontribusi dalam menjaga lingkungan?
Sudah hadir beberapa platfom membaca digital yang memungkinkan pencinta buku untuk mulai membaca secara online via ponsel, laptop/PC, dan tablet.

Sebut saja Cabaca.id, sebuah start up yang bergerak di bidang online publishing. Saat ini Cabaca tengah gencar memberikan banyak program menarik agar bisa menyebarkan kebiasaan membaca buku dalam bentuk digital. Dengan membaca buku secara digital, disinyalir bisa meminimalisir penggunaan kertas dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pertama kali dirilis pada bulan Oktober 2017, pengguna Cabaca saat ini sudah mencapai 50.000 orang dengan jumlah buku sekitar 240 judul. Buku-buku tersebut mayoritas berupa novel yang terdiri dari berbagai genre seperti teenlit, romance, dan horor. Ada pula buku tips and trick serta buku motivasi yang bisa diakses menggunakan gadget Anda.

Co-Founder Cabaca, Fatimah Azzahrah ketika diwawancarai secara online menyebutkan, “Sudah saatnya masyarakat kita sadar bahwa cetak maupun digital hanyalah persoalan media. Kita tetap dapat mengonsumsi bacaan berkualitas tanpa harus memakai kertas.”

Ia juga menambahkan, beralih ke bacaan digital dapat dianggap sebagai langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan (05/06/20).

Selain menciptakan konten yang sudah terkurasi dan berkualitas, Cabaca juga menyediakan alat transaksi pembelian buku di Cabaca bernama Kerang yang mana bisa dibeli dengan metode transaksi cashless dan sedikit banyak mengurangi penggunaan uang kertas.

Platform membaca digital seperti Cabaca tidak diciptakan untuk menghilangkan atau menyaingi buku fisik yang selama ini beredar, melainkan untuk memberikan alternatif akses baca. Dengan hadirnya platform digital seperti Cabaca, diharapkan masyarakat tetap bisa membaca, namun juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan kertas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top