Baik Buruk Ahok Bergabung Ke PDIP - strategi.id
Dialektika

Baik Buruk Ahok Bergabung Ke PDIP

strategi.id - Baik Buruk Ahok Bergabung Ke PDIP / foto : Is
strategi.id - Baik Buruk Ahok Bergabung Ke PDIP / foto : Is

Strategi.id – Tetap ada sisi positif dan negatifnya. Secara positif memperkuat dan mempertegas PDIP sebagai partai yang konsisten menjaga nasionalis, pancasila, kebhinekaan dan keindonesian.

Di sisi lain, justru PDIP sedang mempertaruhkan/mempertahankan citra stempel sebagai partai pendukung penista agama.

Kalau Ahok (BTP) diterima bergabung di PDI-P, maka PDI-P akan dicap sebagai partai pendukung penista agama. Jelas hal ini merugikan PDIP, akan membuat umat Islam yang tadinya telah memutuskan pilihan mendukung Jokowi-Amin kecewa dan banting stir memilih untuk mendukung kubu Prabowo-Sandi.

baca juga : Ini Keuntungan dan Kerugian BTP Afiliasi Politik dengan PDI-P

Oleh karena itu, bergabung Ahok ke PDIP apakah lebih banyak mudaratnya? dan apakah BTP bisa menjadi ‘vote getter’ menguntungkan bagi pertumbuhan elektabilitas PDIP.

Paling tidak ada tiga kerugian/konsekuensi soal bergabungnya Ahok ke PDIP sebelum pilpres dan pileg serentak; Pertama, soal momentum yang kurang tepat, karena benturan kasus penistaan agama kemaren butuh waktu recovery yang cukup lama, masih berbekas.

Kedua; PDIP agak kesulitan bahkan bisa gagal mengambil dan memperluas ceruk pasar segmen pemilih ber-ideologi kanan/pemilih populisme Islam.

Ketiga, ceruk segmen pemilih Ahok dengan pemilih basis grasroot PDIP itu pada dasarnya sama irisan segmen pemilihnya, bergabungnya Ahok tidak memperluas basis dukungan Jokowi-Amin, namun hanya ingin mempertegas dan memperkuat basis pemilih PDIP sebagai partai nasionalis.

baca juga : Eks Gubernur DKI Imbau Pendukungnya Tak Golput di Pilpres 2019

Dengan demikian, PDIP punya potensi gagal penetrasi ceruk segmen suara kanan, apalagi tingkat resistensi terhadap Ahok dari pemilih muslim dan alumni 212 dan seterusnya masih sangat tinggi, dan luka itu masih cukup mengangga, membutuhkan proses recovery yang agak sedikit lama. Luka umat Islam terhadap BTP yang telah menistakan agama Islam masih terbuka lebar.

Bergabungnya Ahok menjadi kader PDIP juga ada positifnya, Ahoker yang selama ini tidak all out mendukung Jokowi-Ma’ruf. Dengan bergabungnya Ahok ke PDIP, barangkali Ahok bisa menyakinkan, mengarahkan kembali dukungan semua Ahoker/Jasmev untuk move on kembali memilih Jokowi-Ma’ruf.

Selama ini Ahoker masih belum terlihat all out mendukung kembali Jokowi. Jadi, bergabungnya Ahok mempertegas dukungan para Ahoker. Selama ini Ahoker terkesan tidak ikut campur/lepas tangan pada pertarungan Jokowi-Ma’ruf Amin ini. Apalagi statment Ma’ruf Amin kecewa menjadi saksi memberatkan BTP.

Namun saya pikir begini juga, bisa saja elite penentu atau figur sentral PDIP sudah punya kalkulasi secara matang dan dengan penuh kehati-hatian soal untung rugi konsekuensi bergabungnya BTP ke PDIP.

Oleh: Pangi Syarwi Chaniago
Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top