Bareskrim Polri Ungkap Tindak Pidana Ilegal Akses Terhadap Pembobolam Sistem Perbankan dan Sistem Grab – strategi.id
Merah Putih

Bareskrim Polri Ungkap Tindak Pidana Ilegal Akses Terhadap Pembobolam Sistem Perbankan dan Sistem Grab

Strategi.id - Bareskrim Polri Ungkap Tindak Pidana Ilegal Akses Terhadap Pembobolam Sistem Perbankan dan Sistem Grab

Strategi.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap pembobol nasabah Bank dan aplikasi online Grab. Dari hasil kejahatan ini, para pelaku berhasil menggasak uang sebesar Rp 21 miliar.

Dari pengembangan kasus Bareskrim Polri mengungkap ada 3.070 rekening nasabah bank yang dimasuki secara ilegal oleh sindikat pembobol akun Bank dan Grab.

Baca Juga :Lokasi Hiburan Kolam Renang Hairos Viral di Medsos, Polrestabes Medan Tetapkan GM Sebagai Tersangka

Para pelaku ditangkap di Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel),
“Setelah dari Bareskrim mendapatkan laporan (pembobolan dari pihak bank dan Grab-red), yang dilakukan adalah pembentukan tim, kemudian tim bergerak melakukan penyelidikan,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Bareskrim, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/10/20).

Diawali dari Unit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber pada tanggal 03 – 04 Oktober 2020 ini berhasil mengungkap kasus perkara Tindak Pidana Ilegal Akses Terhadap Pembobol Sistem Perbangkan dan Grab oleh Kelompok Tulung Selapan Tsk Aldo dkk pada tahun 2020.

“Jadi dengan berbagai teknis daripada cyber crime, tim ini kemudian bergerak dan menemukan pelaku di daerah Sumsel, di Tulung Selapan, di Ogan Komering Ilir, Sumsel,” sambung Argo.

Pada kesempatan yang sama Argo menyampaikan Bareskrim  berkoordinasi dengan Polda Sumsel untuk mengepung sindikat ini. Argo menuturkan para pelaku ditangkap subuh dini hari di tiga lokasi berbeda.

Baca Juga :BPIP: Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Momentum Aktualisasi Pancasila dalam Kebijakan Publik

“Pelaku berjumlah 10 orang. Diambil subuh-subuh, sekitar pukul 04.00 pagi diambil para pelaku, tidak melakukan perlawanan dan ikut. Ada 3 lokasi yang ditemukan oleh penyidik, pelaku ini ada di daerah Luwung Gajah, kemudian Tulung Selapan dan ada di Palembang,” jelas Argo.

“Sindikat ini membobol 3.070 akun nasabah bank dalam kurun waktu hampir tiga tahun” jelas Argo

“Kemudian dilakuan pemeriksaan terhadap pelaku. Didapatkan bahwa pelaku ini sejak 2017 sampai sekarang, dia sudah melakukan ilegal akses akun sekitar 3.070 rekening,” jelas Argo.

Adapun modus para pelaku sendiri dengan cara meminta pasword dari OTP (One Time Pasword) bank milik korban. Para pelaku seolah-olah dari pihak Bank kemudian meminta pasword tersebut.

“Jadi dia (pelaku) telepon nasabah bank, kita ga sadar kemudian memberi pasword itu. Setelah itu semua bisa dibobol mereka, bisa melihat saldo dan mentransfer ke rekening penampungan ada beberapa rekening,” jelasnya.

Adapun dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa laptop, handphone, ATM, buku tabungan, dan uang

Argo menyampaikan jumlah pelaku yang berhasil diamankan adalah 10 orang.Pelaku berinisial berinisial AY (19), YL (25), GS (26), K (53), J (50) dan RP (18), KS (28), CP (27), PA (38) dan AH (34).

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 30 ayat 1 junto Pasal 46 ayat 1 dan Pasal 32 junto Pasal 8 UU ITE dan Pasal 363 KUHP. Para tersangka terancam hukuman penjara di atas lima tahun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top