BNPP Sebut Meninggalnya Penyelam Lion Air Bukan Karena Salahi Prosedur - strategi.id
Nusantara

BNPP Sebut Meninggalnya Penyelam Lion Air Bukan Karena Salahi Prosedur

Strategi.id- Tim gabungan penyelam pencari serpihan dan juga korban pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat tengah berduka. Sebab, salah seorang penyelam bernama Syachrul Anto meninggal saat bertugas.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolingan (BNPP) Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan, meninggalnya Syachrul bukan karena menyalahi prosedur penyelaman seperti yang dirilis Liputan6.

“Prosedur semua telah dilakukan, sudah dilewati, tidak ada yang keliru. Tidak ada yang terlewat. Baik kesehatan, peralatan hingga teknik berangkat ke medan operasi sudah siap semua,” kata Syaugi di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/18).

Bahkan, semua penyelam yang membantu pencarian Lion Air sudah berpengalaman dan juga profesional.

“Semua penyelam ini handal dan profesional, saya lihat sendiri,” tegas Syaugi.

Oleh karenanya, Syaugi meminta untuk tidak khawatir ataupun meragukan kualitas penyelam yang ada. Sebab tim kali SAR ini sangatlah solid.

“Jadi jangan khawatir si A lebih bagus, tidak. Kita ini tim gabungan yang solid dan sinergi. Yang penting ini bisa kita angkat semua, korban (Lion Air) kita bisa angkat semua,” pungkas Syaugi.

Seperti diketajui Syachrul Anto (48), relawan penyelam Basarnas asal Surabaya meninggal dunia saat bertugas melakukan evakuasi Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/18). Jenazah syachrul saat ini telah tiba di kampung halamannya, Surabaya.

Brian, salah satu anggota Basarnas Surabaya, yang juga rekan Syachrul mengatakan, kawannya itu sebenarnya bukan bagian dagian dari tim Basarnas. Namun, dia merupakan relawan Basarnas yang beberapa kali terlibat dalam operasi penyelamatan.

“Korban bukan penyelam BNPP tapi kalau potensi (Relawan) BNPP memang iya,” tutur Brian, salah satu anggota BNPP Surabaya melalui pesan singkat, Sabtu (3/11/218).

Jenazah almarhum diterbangkan sekitar pukul 05.00 WIB dari Jakarta dan tiba di rumah duka tiga jam kemudian.

“Tadi pagi, sekitar jam 7, dilakukan penjemputan jenazah almarhum di Terminal Cargo Juanda, dan selanjutnya diantar menuju rumah duka,” kata dia.

Secara terpisah, kakak ipar korban, Ibnu Abdillah menyampaikan, jenazah Anto sudah tiba di rumah duka Jalan Bendul Merisi Gang VIII no 41 Surabaya, Sabtu (3/11/2018). “Tadi tiba jam 08.00 wib,” katanya di rumah duka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top