Bulog Batal Impor Bawang, Buwas: Ada Satu Menteri yang Membatalkan – strategi.id
Nusantara

Bulog Batal Impor Bawang, Buwas: Ada Satu Menteri yang Membatalkan

Strategi.id – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas mengeluhkan keputusan pemerintah yang menerbitkan Persetujuan Impor (PI) bawang putih sejumlah 115.765 ton kepada 8 perusahaan importir swasta untuk tahun ini.

Dia mempertanyakan mengapa Bulog tidak diberi izin impor, padahal sudah ada perintah dari presiden. Dia menilai ada pihak yang sengaja membatalkan izin impor kepada Bulog.

“Kami tak bisa laksanakan impor, walaupun sudah ada perintah bahkan Presiden juga. Kita sudah rapat juga, Bulog harus impor 100.000 Ton, tapi ada yang membatalkan,” kata Buwas kepada CNBC TV, Senin (29/4/19).

Baca juga : Sri Mulyani Larang Uang Bansos Dibelikan Rokok

Padahal menurut Buwas, jika Bulog yang diberikan wewenang, Bulog tidak akan mencari keuntungan. Meski mengakui ada yang menjegal izin impor bawang putih, Buwas tidak mengungkapkan nama pihak tersebut.

“Bulog itu nggak mencari keuntungan tapi kestabilan harga, entah kenapa mungkin ada yang nggak dapat keuntungan,” kata Buwas.

Buwas hanya mengatakan pihak tersebut adalah menteri. Pasalnya, kata Buwas izin impor bawang putih kepada Bulog dibatalkan saat rapat koordinasi terbatas yang dihadiri para menteri.

Baca juga : Bara Hasibuan: PAN Tidak Ingin Terlibat Gerakan People Power

“Padahal itu putusan Rakortas, hanya satu Menteri yang bisa membatalkan. Mungkin cara pikirnya salah, karena ini kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi, karena belum ada putusan, mungkin menteri itu yang menjamin harga bawang putih,” imbuh Buwas.

Lebih jauh Buwas menuding ada menteri yang ingin memicu inflasi. Bahkan, Buwas mengatakan menteri tersebut berani membatalkan perintah presiden, padahal presiden menurut Buwas ingin menahan inflasi.

“Presiden selalu memperhatikan, supaya tidak memicu inflasi. Tapi ada menteri yang mau memicu inflasi. Perintah Presiden saja dibatalkan beliau (menteri tersebut).”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top