Catatan Kecil Diakhir Tahun Politik Sontoloyo - strategi.id
Corong

Catatan Kecil Diakhir Tahun Politik Sontoloyo

Strategi.id - Malam Tahun Baru, Jalan ini di Tutup Pemkot Bekasi

Strategi.id- Hari ini Senin 31 Desember 2018 Masehi adalah hari dipenghujung tahun berdasarkan Kalender yang dibuat oleh Kaisar Julian Romawi kuno.

Kalender itu berganti menjadi Kalender Gregorius setelah Raja Romawi ketika itu membawa Kalender tersebut kepada Paus Gregorius di Vatikan, lantas disepakati oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjadi Gregorian Kalender.

Baca juga : Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, memimpin Apel persiapan Tahun Baru 2019 di lapangan Monas

Terlepas dari sejarah asal muasal Kalender yang setiap hari kita jadikan rujukan jadwal aktivitas kita diplanet bumi ini, baik aktivitas ekonomi maupun aktivitas Politik kita, saya (baca: Penulis) ingin memberikan catatan kecil tentang sedikit yang saya ketahui ditahun 2018 sebagai tahun Politik Sontoloyo.

Awal tahun 2018 mulai Januari – Februari 2018 saja, kita telah dihebohkan oleh kurang lebih 513 bencana ditanah air tercinta ini, masing – masing bencana diawal 2018 tersebut:

182 puting beliung
157 banjir
137 longsor
15 kebakaran Hutan atau dibakar (Wallahua’lam)
10 kali satu paket banjir dan longsor serta 7 kali gelombang pasang dengan abrasi.

Kejadian diatas tersebut minus Palu dan Serang Banten. Untuk musibah diserang Banten telah diwarnai tindakan tidak terpuji oleh oknum pencari uang nan serakah diatas penderitaan korban bencana alam dengan cara membuat praktek pungli pada keluarga korban yang notabe sudah menajdi jenazah.

Baca Juga : Putra Papua Ini Jadi Bintang Sepak Bola ASh

Semoga musibah apapun diatas bisa dijadikan sebagai bahan renungan kita semua, bahwa dunia ini adalah fana dan tak ada yang kekal kecuali Sang Maha Kekal (Tuhan yang Maha Esa, Alloh swt).

Tahun 2018 telah disepakati sebagai tahun Politik karna seluruh energi, waktu bahkan logistik para elit Politik dipergunakan untuk bertarung dan bertaruh digelanggang Pileg Pilpres 2019 nanti, tetapi disisi lain seluruh apa yang telah dikeluarkan sampai detik ini belum efektif membangun Peradaban Politik di Indonesia karna sang elit Politik masing – masing sibuk mempertahankan argumentasinya seolah dia yang paling benar, sehingga Rakyat khususnya kaum Muda Indonesia tidak mendapatkan suplay vitamin Demokrasi yang cukup dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia multi daulat..

Sekian..!!!

Oleh; M Husni Mubarok-MHM ,Pemerhati masalah sosial

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Atas