Cek Besaran THR untuk Pegawai Swasta - strategi.id
Nusantara

Cek Besaran THR untuk Pegawai Swasta

strategi.id - Catat! Segini Besaran THR untuk Pegawai Swasta

Strategi.id – Tunjangan Hari Raya (THR) tidak hanya diterima Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai swasta juga mendapat ‘bonus’ tiap jelang hari raya ini. Ketentuan pegawai swasta untuk mendapatkan THR diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Payung hukum itu masih berlaku untuk tahun ini. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang saat dikonfirmasi. Senin (13/5/19)

Peraturan itu memuat sejumlah aspek, dari waktu pembayaran, besaran THR, hingga sanksi bagi pengusaha yang tak membayar THR. Berikut berita selengkapnya dirangkum detikFinance.

Baca juga : Berapa Dana yang Digelontorkan Jokowi untuk THR PNS Tahun Ini?

Mengutip aturan tersebut, pada Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 1 dijelaskan, THR Keagamaan adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan.

Berlanjut ke Pasal 2 ayat 1, pengusaha wajib memberikan THR Keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. Kemudian, di ayat 2 disebutkan, THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Terkait waktu pembayaran THR dimuat pada Pasal 5. Pasal 5 ayat 1 menjelaskan, THR Keagamaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing pekerja/buruh.

Baca juga : Kabar Gembira Bagi PNS, THR dan Gaji ke-13 Segera Cair Mei 2019

Di Pasal 5 ayat 2, dalam hal hari raya keagamaan yang sama terjadi lebih dari satu kali dalam satu tahun, THR Keagamaan diberikan sesuai dengan pelaksanaan Hari Raya Keagamaan.

“THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibayarkan sesuai dengan Hari Raya Keagamaan masing-masing pekerja/buruh, kecuali ditentukan lain sesuai dengan kesepakatan pengusaha dan pekerja/buruh yang dituangkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama,” bunyi Pasal 5 ayat 3.

Pasal 5 ayat 4 menekankan, THR paling lambat dibayarkan seminggu sebelum hari raya.

“THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib dibayarkan oleh pengusaha paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” bunyi Pasal 5 ayat 4.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top