Chemistry Gagasan Nadiem Makarim dan Eka Supria Atmaja - strategi.id
Dialektika

Chemistry Gagasan Nadiem Makarim dan Eka Supria Atmaja

Strategi.id - Saat Simbolik SK

Strategi.id – Fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga batas maksimum 50 persen dari total anggaran yang ada sebagaimana Permendikbud No 8 Tahun 2020 oleh Nadiem Makarim perlu diberikan apresiasi.

Langkah tersebut tentu saja sejalan dengan political will (niat baik) Bupati Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja yang sedang memproses penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati terhadap kepastian status honorer dan upaya peningkatan kesejahteran para tenaga pendidik dan kependidikan non aparatur sipil negara.

baca lagi :Siti Fadilah Yakin Ahli Indonesia Bisa Deteksi Virus Corona

Meskipun berada dalam dimensi tugas berbeda, Nadiem dan Eka memiliki chemistry yang luar biasa. Sama-sama memiliki niat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.

Bak angin segar yang nyata segarnya, keputusan dua pejabat pemerintahan ini tentu dirasa akan menjawab problematika klasik para tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Bekasi. Selama ini, gaji para pendidik dan tenaga kependidikan jauh dari harapan.

Sebagaimana hasil dari Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Komite Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Eka Center) Kabupaten Bekasi, tidak sedikit guru honorer yang hanya menerima gaji dibawah Rp 1 Juta setiap bulannya. Sebuah angka yang sangat ironis di tengah-tengah tingginya ekspektasi publik kepada tenaga pendidik dan kependidikan untuk mendorong peningkatan kualitas hasil belajar dan mengajar.

baca juga : Warga Lubang Buaya Korban Normalisasi Kali Somasi Pemda DKI Jakarta

Di lain sisi, ketidakjelasan status lantaran tidak dibekalinya Surat Keputusan (SK) oleh pemerintah daerah sebagai landasan penugasan kerja acap kali menjadi momok. Para honorer dihantui oleh rasa cemas berlebihan karena dapat dipecat oleh pihak sekolah kapanpun dan tanpa penjelasan yang konprehensif.

Maka sebagai salah satu tenaga pendidik non ASN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi, kami merasa sangat bersyukur sosok Eka menjawab kegelisahan para honorer. Proses penerbitan SK sebagai jaminan dan proteksi status dibarengi dengan niatnya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan guru honorer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi, ditambah lagi peningkatan alokasi BOS untuk pembiayaan gaji guru dan tenaga kependidikan benar-benar akan membantu para keluarga tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, khususnya di Kabupaten Bekasi.

Pembenahan Berkelanjutan
Penerapan Permendikbud No 8 Tahun 2020 yang salah satunya mengatur mekanisme pembiayaan gaji tenaga pendidik dan kependidikan melalui plot Dana BOS tentu bukan tanpa potensi masalah. Misalnya masalah yang mungkin segera dihadapi yakni terkait kesiapan, kesigapan, dan ketangkasan kepala sekolah untuk menyusun rencana pembiayaan dengan bijak dan tepat sasaran.

Baca Juga : Mengenal Dokter Maya, Calon Istri Putra Mahkota Paku Alam X

Selain itu, kita juga butuh sosok kepala sekolah yang transparan dan akuntabel. Mampu mempertanggungjawabkan penggunaan alokasi tersebut, benar-benar dengan tujuan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan. Tidak boleh ada kesalahan, apalagi kalau ada niat jahat terselubung oleh kepala sekolah yang menyebabkan Dana BOS tidak tepat sasaran apalagi jika kemudian dikorupsi untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Seterusnya potensi masalah lainnya juga terkait persyaratan pembayaran gaji tenaga honorer melalui alokasi Dana BOS. Dimana Permendikbud ini mensyaratkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Nyatanya tidak semua honorer memiliki NUPTK karena berbagai alasan. Kondisi-kondisi yang demikian tentu saja akan menjadi masalah krusial yang memerlukan respon solutif.

Sementara itu proses penerbitan SK guru dan tenaga kependidikan serta upaya peningkatan kesejahteraannya melalui APBD yang sedang diupayakan oleh seorang Eka juga bukan tanpa kendala. Para pihak mesti bersinergi. Eka Center sebagai forum strategis tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Bekasi yang selama ini dipercayakan oleh Bupati untuk memverifikasi para tenaga pendidik dan kependidikan akan melakukan upaya pendampingan secara konprehensif dan berkelanjutan.

Maka sekali lagi, kontribusi Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud, keseriusan Eka Supria Atmaja, dan militansi penggerak Eka Center akan menjadi kolaborasi penting untuk benar-benar memastikan pembenahan dapat dilakukan. Tidak saja pembenahan kesejahteraan, namun agenda besar para stakeholder tentunya mewujudkan kualitas pendidikan yang unggul.

Tentu saja kita semua berkeyakinan sembari tetap berusaha, Kabupaten Bekasi tidak boleh hanya terkenal karena faktor area industri semata. Melalui kerjasama semua pihak dan keseriusan Eka membangun pendidikan, Kabupaten Bekasi juga harus dikenal sebagai daerah yang mampu mengorbit generasi muda yang kompetitif. Yang bagus nilai akademiknya begitu juga akhlaknya. Yang memiliki wawasan entrepreneur guna mencetak lapangan pekerjaan namun juga siap berkompetisi di dunia profesional di berbagai perusahaan swasta dengan posisi-posisi yang strategis. Itulah sesungguhnya output Bekasi Baru dan Bekasi Bersih yang diharapkan semua pihak. Yakni Bekasi dengan masa depan yang lebih cerah.

Penulis: RR Ema Khlistiani Hati (Ketua Eka Center Kabupaten Bekasi).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top