Collaborative Intelligent, Kampus dan Layanan 110 - strategi.id
Dialektika

Collaborative Intelligent, Kampus dan Layanan 110

Strategi.id - Collaborative Intelligent, Kampus dan Layanan 110

Strategi.id – Satu lagi gebrakan terbaru dari Kapolri kita Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, Layanan 110 “secepat memesan pizza”, menarik dan penulis memberikan apresiasi yang tinggi atas terobosan gagasan tersebut.

Meski gagasan tersebut bukan tergolong gagasan baru, karena memang layanan 110 ini sudah ada sebelum pak Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo ada, namun dengan melakukan penyegaran dan pembaruan serta modifikasi disana sini penulis yakin Layanan 110 ini akan semakin melekat dalam kehidupan masyarakat.

Layanan 110 sejatinya adalah Layanan call center dengan menempatkan personil personil dari kepolisian yang secara sigap selama 24 jam menerima dan menindak segala macam laporan yang disampaikan melalui Layanan 110 ini, tidak hanya persoalan kriminal yang sangat besar yang ditangani, bahkan persoalan rumah tangga yang dapat mengancam keselamatan masyarakat pun secara sigap dapat direspon oleh personil dari kepolisian, setelah menerima telephone pengaduan tersebut. Sehingga dengan mudah pula pihak kepolisian yang berpatroli dijalan atau yang berada dilokasi terdekat dapat merespon pelaporan tersebut.

Sepintas terbayang difikiran penulis akan sebuah film serial di televisi yang menampilkan seorang personil kepolisian yang selalu menangani tindak kejahatan setelah mendapat laporan dari layanan panggilan 911, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat kota dapat teratasi, begitulah kira-kira yang menjadi bayangan penulis akan ide gagasan dari Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kalau kita pahami memang program Layanan 110 tersebut terkesan sangat sederhana, ada pengaduan direspon oleh personil kepolisian tidak kriminalitas pun dapat teratasi. Namun tidak demikian, karena dalam proses pengaduan saja perlu melakukan verifikasi pesan apakah pesan tersebut benar adanya ataukah palsu, karena pengalaman layanan darurat kepolisian terdahulu , banyak personil yang akhirnya malas merespon, karena ternyata apa yang diadukan tidak ada bahkan terjadi sama sekali, sehingga hal tersebut lama kelaman menjadikan personil Kepolisian menjadi resistance yang berakibat pelaporan yang datang tidak mendapat respon dengan cepat.

Padahal sebenarnya dengan adanya Layanan 110 ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam penanggulangan tindak kriminalitas yang sampai saat ini masih tinggi. Dan kalau Layanan ini berlaku maksimal penulis yakin tidak akan ada lagi tawuran antar warga, tidak ada lagi teror dari jasa penagih utang, tidak ada lagi Kampus yang menjadi sarang peredaran Narkoba, tidak adalagi aktivitas kajian Kampus yang bernuansa Radikalisme dan intoleransi,tidak ada lagi aktivitas bullying karena semua sudah tepantau dan terintegrasi dengan layanan 110 ini.

Di akui oleh penulis yang berada dilingkungan Kampus,Dengan adanya layanan 110 ini Kampus merasa terbantu karena dengan mudah tindak kriminalitas itu dapat diatasi. Namun sekali lagi Layanan 110 ini pun harus berfungsi maksimal, sehingga sebagaimana apa yang dikatakan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar manusia yang salah satunya rasa aman (Safety Need) menjadi terpenuhi.

Dalam tulisan ini penulis mencoba menawarkan apa yang disebut dengan Collaborative Intelligence atau intelegensia Kolaboratif atau kecerdasan kolaborasi.Kecerdasan kolaborasi ini adalah sebuah sistem terdistribusi di mana setiap agen, manusia atau mesin, secara mandiri berkontribusi pada jaringan pemecahan masalah .

Otonomi kolaboratif organisme dalam ekosistemnya memungkinkan terjadinya evolusi. Ekosistem alami, di mana ciri khas masing-masing organisme berasal dari genetika, keadaan, perilaku, dan posisinya dalam ekosistemnya, menawarkan prinsip desain ja ringan sosial generasi mendatang untuk mendukung kecerdasan kolaboratif, crowdsourcing keahlian individu, preferensi, dan kontribusi unik dalam pemecahan masalah proses.

Bila kita merujuk pada Layanan 110 ini adalah sudah seharusnya pihak Kepolisian membuat kantong pengamanan yang secara collaborative semua muaranya pada layanan 110. Satu hal lagi yang penulis memberikan aprsiasi kepada pihak kepolisian adalah adanya perubahan standar penggunaan pakaian seragam yang telah disamakan dengan pihak kepolisian, sehingga dengan penggunaan seragam itu semakin menunjukkan bahwa satuan pengamanan di setiap institusi/lembaga adalah bagian dari kepolisian atau sering disebut polisi khusus.

Namun menjadi dilema ketika, para satuan pengamanan tersebut tidak berdaya upaya ketika melihat kejahatan didepan mata mereka, termasuk salah satunya berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Dengan demikian maka collaborative intelligent yang merujuk kepada pemanfaatkan dan pemaksimalan Layanan 110, maka perlu kiranya dilakukan, sosilisasi serta transfer pengetahuan serta pelatihan terkait penggunaan Layanan 110 ini, menjadi nyata, dan Layanan 110” seperti secepat memesan pizza” pun menjadi jelas adanya.

Menutup tulisan ini seorang komunikologi saat ini Pierre Levy menyatakan Collective Intelligence (IC) is the capacity of human collectives to engage in intellectual cooperation in order to create, innovate,and invent.

Penulis Oleh: Dr. Bayquni M.Pd., M.Ikom
(Sekjen Komunitas SMART 110).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top