Daftar 27 Persimpangan Bebas Ganjil Genap di Jakarta – strategi.id
Nusantara

Daftar 27 Persimpangan Bebas Ganjil Genap di Jakarta

Daftar 27 Persimpangan Bebas Ganjil Genap di Jakarta
Daftar 27 Persimpangan Bebas Ganjil Genap di Jakarta

Strategi.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Pergub kawasan ganjil genap tahun 2019 itu dikeluarkan pada 31 Desember 2018.

Pergub kawasan ganjil genap yang mengatur kawasan terkena ganjil genap berlaku mulai Rabu, 2 Januari 2019

Kawasan ganjil genap tahun 2019 tidak ada beda dengan kawasan ganjil genap tahun 2018.

“Sama semuanya. Sama seperti yang ada sekarang, tidak ada perubahan dari sisi rute-rutenya dan dari sisi waktunya itu sama,” ungkap Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau Kawasan Monas, Selasa (1/1/19).

Berdasarkan Pergub No 155 tahun 2018, kawasan terkena ganjil genap di Jakarta adalah di ruas jalan sebagai berikut

a. Jalan Medan Merdeka Barat;

b. Jalan M.H. Thamrin;

c. Jalan Jenderal Sudirman;

d. Sebagian Jalan Jenderal S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS. Tubun);

e. Jalan Gatot Subroto;

f. Jalan Jenderal M.T. Haryono;

g. Jalan Jenderal D.I. Panjaitan;

h. Jalan Jenderal Ahmad Yani; dan

i. Jalan H.R. Rasuna Said.

Permberlakukan kawasan terkena ganjil genap pada hari Senin sampai Jumat, pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB.

Baca Juga : Manfaatkan Google Maps Mencari Rute Alternatif Ganjil-Genap

Sistem ganjil genap ini tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Pergub No 155 tahun 2018 ini juga mengatur sejumlah persimpangan bebas ganjil genap secara jelas.

Ketentuan pengaturan persimpangan bebas ganjil genap masuk dalam ayat 2 pasal 1 Pergub No 155 tahun 2018 yang berbunyi sebagai berikut:

“Pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap pada ruas jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diberlakukan
pada segmen persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk tol dan segmen pintu keluar tol sampai dengan persimpangan terdekat, dengan rincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Gubernur ini.”

Inilah 27 persimpangan bebas ganjil genap yang berlaku mulai 2 Januari 2019 yang masuk dalam lampiran Pergub No 155 tahun 2018.

Persimpangan Bebas Ganjil Genap Tahun 2019

  1. Jalan Anggrek Neli Murni sd akses masuk tol Jakarta-Tangerang.
  2. Off ramp tol Slipi/Palmerah/Tanahabang sd Gerbang Tol Slipi 2.
  3. Off ramp tol Tomang/Grogol sd Jalan Kemanggisan Utama.
  4. Simoang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sd Gerbang Tol Slipi 1.
  5. Jalan Pejompongan Raya sd Gerbang Tol Pejompongan.
  6. Off ramp tol Slipi/Palmerah/Tn Abang sd akses masuk Jalan Tentara Pelajar.
  7. Off ramp tol Benhil/Senayan/Kebayoran sd akses masukJalan Gerbang Pemuda.
  8. Off ramp tol Kuningan/Mampang/Menteng sd Simpang Kuningan.
  9. Jalan Taman Patra sd Gerbang Tol Kuningan 2.
  10. Off ramp Tebet/Manggarai/Ps Minggu sd Simpang Pancoran.
  11. Simpang Pancoran sd Gerbang Tol Tebet 1.
  12. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sd Gerbabng Tol Tebet 2.
  13. Off ramp tol Tebet/Manggarai/Ps Minggu sd Jalan Pancoran Timur II.
  14. Off ramp tol Cawang/Halim/Kp Melayu sd Simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika.
  15. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan otto Iskandardinata sd Gerbang Tol Cawang.
  16. Off ramp tol Halim/Kalimalang sd Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang.
  17. Jalan Cipinang Cempedak IV sd Gerbang Tol Kebon Nanas.
  18. Jalan Bekasi Timur Raya sd Gerbang Tol Pedati.
  19. Off ramp Pisangan/Jatinegara sd Jalan Bekasi Barat.
  20. Off ramp tol Jatinegara/Klender/Buaran sd Jalan Bekasi Timur Raya.
  21. Jalan Bekasi Barat sd Gerbang Tol Jatinegara.
  22. Off ramp Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sd Gerbang Tol Rawamangun.
  23. Off ramp tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sd Simpang Jalan Ahmad Yani.
  24. Off ramp rol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sd Simpang Jl H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan.
  25. Simpang Jalan Rawasari Selatan-JalanH Ten Raya sd Gerbang Tol Pulomas.
  26. Off ramp tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sd SImpang Jalan Letjen Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan.
  27. Simpang Jl Pulomas Utara sd Gerbang Tol Cempaka Putih.

Catat ke-27 persimpangan bebas ganjil genap baik saat keluar jalan tol maupun akan masuk jalan tol ini perlu diingat agar tidak salah atau tidak terjebak di lapangan.

WAKIL Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta sekaligus Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menyebut, rekayasa lalu lintas lewat sistem ganjil genap kembali diperpanjang pada tahun 2019.

Tujuannya bukan memanjakan pengendara kendaraan bermotor, tetapi mengalihkan untuk menggunakan angkutan umum.

Oleh karena itu evaluasi ditegaskannya akan terus dilakukan, mengingat pertumbuhan jumlah kendaraan sekaligus gaya hidup warga Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun, katanya, masih mengembangkan transportasi massal guna mengurangi beban jalan.

Baca Juga : Halte Transjakarta Terintegrasi Stasiun MRT, LRT, dan KRL

“Manajemen dan Rekayasa lalu lintas adalah suatu yang elastis dan dinamis. Perubahan perilaku masyarakat untuk lebih menggunakan angkutan umum sebagai dampak penerapannya kemarin adalah hal positif yang harus diperhatikan dan dijaga,” jelas Sigit Rabu (2/1/19).

Terkait hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta mempercepat proses Jak Lingko atau sebelumnya bernama OK Otrip, sebagai layanan angkutan umum terintegrasi.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kebijakan tersebut adalah mendorong masyarakat pindah menggunakan angkutan umum.

“Karenanya dalam Pergub 155 tahun 2018 dinyatakan adanya monev per tiga bulan. Untuk melihat efektifitas penyelenggaraannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Jak Lingko adalah program transportasi satu harga untuk satu kali perjalanan yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pemerintahan Anies Baswedan.

Program ini memungkinkan penumpang membayar hanya satu kali bayar sebesar Rp 5.000 (atau Rp 3.500 selama masa ujicoba) untuk kemudian menggunakan berbagai layanan bus kecil hingga Transjakarta selama 3 jam.

Program ini dianggap akan menurunkan biaya transportasi warga sebanyak 30 persen.

Bersamaan dengan program tersebut, Pemprov DKI Jakarta bersama pihak Kepolisian tetap berupaya melakukan penguraian kemacetan di sejumlah jalan protokol Ibu Kota.

Salah satunya lewat rekayasa lalu lintas lewat sistem ganjil genap.

Rekayasa lalu lintas tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil Genap yang disahkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan diwakili oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah pada Senin (31/12/18).

Terkait penandatangan peraturan tersebut, perpanjangan sistem ganjil genap kembali berlaku pada tanggal 2 Januari 2019.

Tidak ada yang berubah dalam perpanjangan sistem ganjil genap yang diterapkan sebelumnya, baik jumlah jalan maupun jam berlaku.

Sementara, sejumlah jalan yang diatur dalam sistem ganjil genap antara lain, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman dan sebagian Jalan S Parman, yakni mulai dari Simpang Jalan Tomang Raya hingga Simpang Jalan KS Tubun.

Selain itu, sistem Ganjil Genap diberlakukan di Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan DI Panjaitan, Jalan Ahmad Yani dan Jalan HR Rasuna Said.

Namun dijelaskan dalam Pergub Nomor 155 Tahun 2018 tentang ganjil genap, jalan tersebut bebas Ganjil Genap selama berada di persimpangan hingga pintu masuk atau keluar tol terdekat atau sebaliknya.

Hal tersebut sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 Pergub Nomor 155 Tahun 2018.

Peraturan tersebut berbunyi, ‘Pembatasan lalu lintas dengan sistem Ganjil Genap pada ruas jalan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak diberlakukan pada segmen persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk tol dan pintu keluar tol sampai dengan persimpangan terdekat’.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top