Deklarasi KAMI ditengah Pandemi Covid-19 dan Ancaman Resesi – strategi.id
Nusantara

Deklarasi KAMI ditengah Pandemi Covid-19 dan Ancaman Resesi

Strategi.id - Deklarasi KAMI ditengah Pandemi Covid-19 dan Ancaman Resesi

Strategi.id – Sejumlah tokoh publik berkumpul di Lapangan Tugu Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat, menjelang deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Massa terlihat mengabaikan abaikan jaga jarak protokol kesehatan pencegahan virus corona, Selasa (18/08/20).

Berdasarkan pantauan terlihat ratusan orang berkumpul tanpa mengindahkan protokol kesehatan covid-19 terkait jaga jarak.

Terlihat sejumlah anggota yang hadir dan para tokoh publik KAMI terlihat sudah memakai masker dan beberapa diantaranya memakai face shield sebagai syarat protokol kesehatan di tempat umum.

Kendati demikian, mereka terlihat berdempetan, bahkan saat membacakan jati diri KAMI dan Maklumat Menyelamatkan Indonesia. Perwakilan tokoh publik yang berada di podium juga terlihat tidak mengindahkan jaga jarak aman.

Adapun acara ini dibuka dengan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks proklamasi, pembukaan UUD 1945, dan Pancasila.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rochmad Wahab, Meutia Farida Hatta, MS Kaban.

Kemudian hadir pula, Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, Jumhur Hidayat, Marwan Batubara, dan Bachtiar Chamsyah.

Selain itu, Amien Rais dan Ibu Titiek Soeharto juga hadir seperti yang diinfokan pembawa acara Najmudin Ramli di ditempat acara Tugu Priklamasi Jakarta, Selasa (18/08/20).

Dalam acara tersebut Achmad Yani membacakan bahwa KAMI memiliki ‘Jati Diri’ yang terdiri dari sepuluh poin. Jati Diri KAMI menggambarkan tentang latar belakang, tujuan, serta struktur organisasinya.

Adapun 10 jati diri tersebut meliputi :

Pertama, KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kedua, KAMI berjuang dan bergerak untuk melakukan pengawasan sosial, kritik, koreksi, dan meluruskan kiblat negara dari segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan.

Ketiga, KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, dan aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif.

Keempat, KAMI sebagai koalisi rakyat dengan latar belakang kemajemukan agama, suku, profesi, dan afiliasi politik, menjunjung tinggi kemajemukan, kerukunan, dan kebersamaan. Pandangan dan sikap KAMI adalah perwujudan dari hal-hal yang dapat disepakati.

Kelima, KAMI mempunyai pandangan dan sikap resmi yaitu yang disepakati secara tertulis oleh dewan deklarator. Di luar itu merupakan pandangan dan sikap pribadi deklarator, atau jejaring pendukung KAMI di pusat, daerah, dan di luar negeri.

Keenam, KAMI sebagai gerakan moral rakyat yang bersifat nasional menerima dukungan dan penyaluran aspirasi rakyat di daerah-daerah dan warga negara Indonesia di luar negeri walau tidak ada hubungan struktural-organisatoris, namun KAMI berkewajiban moral untuk menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi itu.

Ketujuh, KAMI baik secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, dan jejaringnya berjuang untuk tujuan adanya perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan dapat dihentikan.

Kedelapan, KAMI bergerak secara berkesinambungan atas dasar keyakinan bahwa kebenaran dan keadilan harus tegak, serta kebatilan dan kemungkaran harus sirna.

Kesembilan, KAMI membagi struktur organisasi kepada:
Dewan Deklarator sebagai penentu kebijakan prinsipil dan strategis, dan dipimpin oleh presidium yang bekerja secara kolektif-kolegial memimpin gerakan sesuai jati dirinya.

Komite Eksekutif terdiri dari sembilan orang yang diangkat oleh presidium, berfungsi sebagai motor penggerak koalisi, melaksanakan rencana-rencana strategis yang diputuskan Dewan Deklarator dan membentuk serta mengkoordinasi divisi-divisi.

Komisi-komisi sebagai organ kerja sesuai sektor pembangunan nasional yang melaksanakan kerja/aksi di bawah koordinasi presidium.

Divisi-divisi merupakan organ dan instrumen koalisi yang melaksanakan rencana kerja/aksi sesuai bidangnya masing-masing.

Kesepuluh, KAMI sebagai gerakan yang terorganisir, menerapkan disiplin ketat dan tegas atas kendali presidium yang dapat mengambil keputusan tertentu demi nama baik dan efektivitas gerakan.

Dalam acara tersebut Gatot Nurmantyo memeberikan statemen mengenai keberlangsungan dan keamanan acara ini.

“Saya tekankan sejak pembukaan dalam acara ini sampai penutupan nanti, apabila ada hal-hal yang berkaitan berdasarkan hukum, maka keseluruhannya yang bertanggung jawab adalah saya pribadi, Gatot Nurmantyo,” tegas Mantan Panglima TNI di tengah tengah acara.

Gatot juga menggaransikan dirinya untuk memastikan acara deklarasi KAMI berjalan dengan aman dan tanpa gangguan dari pihak yang ingin mengganggu gerakan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top