Deklarasi Paus dan Imam Al Azhar "Tuhan Tidak Perlu Dibela" - strategi.id
Internasional

Deklarasi Paus dan Imam Al Azhar “Tuhan Tidak Perlu Dibela”

Strategi.id - "Deklarasi Paus dan Imam Al Azhar "Tuhan Tidak Perlu Dibela"

Strategi.id – Dua pemimpin agama terkemuka di dunia awal pekan ini menandatangani deklarasi persaudaraan bersejarah, yang menyerukan perdamaian di antara negara, agama dan ras.

Salah satu bagian penting yang menjadi otokritik bagi semua adalah pernyataan bahwa “Tuhan tidak perlu dibela,” yang sebenarnya sudah disampaikan mantan presiden Indonesia Abdurrahman Wahid 22 tahun lalu.

Tak pernah ada yang menyangka jika 22 tahun kemudian, pernyataan itu menjadi salah satu bagian penting deklarasi persaudaraan yang ditandatangani oleh pemimpin umat Katholik sedunia, Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syeikh Ahmed Al Tayeb.

Ketika menghadiri upacara penandatanganan di Abu Dhabi awal pekan ini, kedua tokoh berjalan bergandeng tangan, simbol persaudaraan antar-keyakinan.

baca juga : Paus Fransiskus Pimpin Misa di Abu Dhabi

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syeikh Ahmed Al Tayeb usai menandatangani deklarasi bersama untuk memerangi ekstremisme di Abu Dhabi, UEA (4/12).

Dokumen yang diklaim mengatasnamakan seluruh korban perang, persekusi dan ketidakadilan di dunia itu, menyatakan komitmen Al Azhar dan Vatikan untuk bekerjasama memerangi ekstremisme.

“Kami dengan tegas menyatakan agama tidak boleh digunakan untuk menghasut terjadinya perang, kebencian, permusuhan dan ekstremisme, juga untuk memicu aksi kekerasan atau pertumpahan darah.”

Bagian penting dokumen itu mendorong semua pihak untuk “menahan diri menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan tindakan pembunuhan, pengasingan, terorisme dan penindasan. Kami meminta ini berdasarkan kepercayaan kami bersama pada Tuhan, yang tidak menciptakan manusia untuk dibunuh atau berperang satu sama lain, tidak untuk disiksa atau dihina dalam kehidupan dan keadaan mereka. Tuhan, Yang Maha Besar, tidak perlu dibela oleh siapa pun dan tidak ingin nama-Nya digunakan untuk meneror orang.”

baca juga : Cara Beragama Kita Menentukan Masa Depan Bangsa Indonesia

Tokoh-Tokoh Agama Ingatkan Misi Awal Agama Untuk Bela Manusia & Kemanusiaan

Sejumlah tokoh yang dihubungi VOA hari Rabu (6/2/19) memuji deklarasi yang ditandatangani kedua pemimpin itu. Intelektual Muslim Prof. Dr. Komaruddin Hidayat mengatakan deklarasi itu mengingatkan kembali pada misi awal agama.

​“Agama apapun, pada awal mulanya, adalah untuk membela manusia yang tertindas. Karena yang beragama khan bukan Tuhan, yang beragama adalah manusia. Agama itu bukan untuk kepentingan Tuhan, bukan untuk membela Tuhan. Tuhan justru mengirimkan nabi-nabinya untuk membela manusia dan kemanusiaan. Jadi ketika agama kemudian digunakan untuk menciptakan penindasan dan peperangan, maka sesunggunya telah menyalahi misi inti agama secara primordial, karena semua agama awalnya adalah untuk memihak orang-orang tertindas.”

Dr TGB Muhammad Zainul Madji dalam akun Facebooknya melihat pernyataan para tokoh agama ini seperti pernyataan yang menegaskan persaudaraan kemanusian.

“Duhai manusia, sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian suci, terlarang untuk dirusak…”

Grand Syekh Al-Azhar Prof. Ahmad Thayyib menyebut khutbah ini segaris dengan khutbah Nabi Isa AS di bukit Galilea dan sebelumnya Nabi Musa AS di Gunung Sinai. Penegasan terhadap persaudaraan kemanusiaan. Kita semua, umat manusia, bersaudara.

Mitsaq al-ukhuwwah al-insaniyyah (Piagam Persaudaraan Kemanusiaan) yang ditandatangani Grand Syekh bersama Paus Fransiskus di Abu Dhabi adalah pernyataan terkuat dalam sejarah hubungan Islam dan Kristen ujar TGB

Dalam pidatonya, Grand Syekh menegaskan bahwa sebab utama krisis kemanusiaan adalah hilangnya nurani, lenyapnya akhlak agama, dominasi materialisme-ateisme yang menuhankan manusia dan tak henti mencerca agama.

Tak ada jalan lain, agama harus menjadi penyelamat umat manusia. Karena itu gerakan destruktif atas nama agama harus kita lawan. Hentikan eksploitasi agama untuk membangun gelombang kebencian, melancarkan pertumpahan darah dan tindak kekerasan ujar TGB

Agama adalah pemandu kehidupan, pengikat persaudaraan dan penjaga kemanusiaan pungkas Gubenur NTB ini.

Sumber : VOA Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top