Deklarasi Pembentukan Himpunan Pengkaji Teknis Indonesia - strategi.id
Nusantara

Deklarasi Pembentukan Himpunan Pengkaji Teknis Indonesia

Strategi.id - Deklarasi Pembentukan Himpunan Pengkaji Teknis Indonesia

Strategi.id – Penyelenggaraan bangunan gedung harus dilakukan secara tertib administratif dan teknis untuk menjamin keandalan bangunan gedung. Acara Deklarasi Pembentukan HIPTI dilaksanakan di ICE BSD City, Tanggerang. Rabu, 20 Maret 2019.

Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2002, PP Nomor 36 Tahun 2005, dan Permen PUPR Nomor 27 Tahun 2018, telah diatur bahwa SLF (Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung) merupakan sertifikat yang menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung berdasarkan hasil pemeriksaan, yang salah satunya dilakukan oleh Pengkaji Teknis.

Menurut Permen PUPR Nomor 11/PRT/M/2018, Pengkaji Teknis didefinisikan sebagai orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum, yang mempunyai sertifikat kompetensi kerja kualifikasi ahli untuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung.

Baca juga : Alumni 101 PTS se-Jabodetabek Akan Deklarasi Memilih dan Memenangkan Jokowi-Ma’ruf

Ketersediaan tenaga Pengkaji Teknis masih belum memadai secara kuantitas dan belum merata penyebarannya di Indonesia, maka dari itu diperlukan pembentukan Himpunan Pengkaji Teknis Indonesia (HIPTI).

HIPTI diperlukan untuk membina dan mengembangkan profesi pengkaji teknis di Indonesia dalam rangka mendukung pembangunan nasional melalui perwujudan tertib penyelenggaraan bangunan gedung.

Acara ini dilaksanakan dalam 6 Sesi, yang terdiri dari Sesi Pembukaan, Sesi Deklarasi, Sesi Ketentuan Regulasi, Sesi Pengalaman Praktek, Sesi Rencana Pembentukan, dan Sesi Penutupan. Setiap sesi diisi dengan berbagai materi dari beberapa narasumber yang berkompeten, baik dari Kementerian PUPR maupun praktisi pengkajian teknis.

Baca juga : Jelang Pemilu, Pemkot Bekasi Gelar Deklarasi Anti Hoaks dan Radikalisme

Dalam Acara Deklarasi HIPTI ini ditargetkan sebanyak 300 orang berpartisipasi. Mereka melakukan pendaftaran secara  online sejak satu bulan sebelumnya, untuk hadir sebagai Deklarator Nasional, Deklarator Provinsi,  atau sebagai Peserta.

Dari peserta yang mendaftar, tercatat telah mewakili 15 provinsi di Indonesia serta mewakili keahlian terkait bangunan gedung dalam bidang arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, dan plambing.

Diharapkan Acara Deklarasi HIPTI ini menjadi langkah awal yang nyata bagi Pembentukan HIPTI untuk dapat membina dan mengembangkan profesi pengkaji teknis di Indonesia dan berkontribusi mendukung pembangunan nasional melalui tertib penyelenggaraan bangunan gedung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top