"Deligitimasi” Pesta Demokrasi - strategi.id
Corong

“Deligitimasi” Pesta Demokrasi

Strategi.id - "Deligitimasi” Pesta Demokrasi
Strategi.id - "Deligitimasi” Pesta Demokrasi

Strategi.id – Menurut Abraham Lincoln, Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Dalam praktiknya, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.
Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

Baca Juga : Demokrasi Memang Penting, tapi Persatuan adalah Lebih Penting

Berdasarkan pengertian diatas, Pemilu (Pilpres, Pileg maupun Pilkada) adalah sebuah proses fundamental dari demokrasi. Pemilu adalah praktik akomodasi partisipasi warga negara dalam sistem politik.

Suara rakyat, baik yang secara langsung maupun perwakilan adalah bentuk keterlibatan warganegara dalam perumusan, pengembangan dan pembuatan hukum di seluruh bidang (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, dll).

Artinya, puncak dari proses demokrasi adalah peraturan perundangan. Karena peraturan perundangan adalah produk yang dibuat oleh pemerintah (eksekutif dan legislatif) bentukan rakyat, hasil dari Pemilu.

Pemilu sendiri, mulai dari persiapan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi dan pengajuan gugatannya pun sudah diatur oleh peraturan perundangan (UU, PP, Peraturan KPU, dll) yang dibuat bersama, secara langsung maupun tidak langsung oleh anggota sistem politik (termasuk didalamnya parpol Peserta Pemilu).

Adalah hal yang aneh, jika proses pemilu yang penyelenggaraannya didasari UU yg sudah disepakati, tidak lagi dipercaya, bahkan di delegitimasi oleh pesertanya (yang notabene juga ikut membuat aturan pemilu).

Hal yang sangat absurd jika peserta pemilu mendelegitimasi Pemilu yang mereka ikut didalamnya, ikut membuat aturan dan ikut dalam kontestasi pemilu itu sendiri

Warasnya, bentuk-bentuk keberatan peserta ataupun calon peserta pemilu dapat saja dilakukan melalui mekanisme yang sudah ada (lagi-lagi mekanisme ini hasil dari praktik demokrasi), menjadi absurd ketika ada peserta pemilu yang diawal penyelenggaraan sudah menyatakan setuju atas segala peraturan (mulai dari pendaftaran, penyelenggaraan, pengawasan, sistem penghitungan hingga sistem gugatan), namun ditengah penyelenggaraan mendelegitmasi semua aturan yang ada, tidak percaya dengan siatem yang sudah disepakati. Artinya, mereka mendelegitimasi aturan dan sistem pemilu yang sudah mereka buat (bersama-sama).

Jika sebelum Pemungutan suara, sudah menuduh akan terjadi kecurangan (katanya sistemik) kenapa hal itu tidak diperjuangkan sebelum proses pemilu dimulai?
Jika sudah sepakat hitungan pemilu yang sah (berdasarkan UU) adalah ditentukan oleh KPU, kenapa kemudian tidak dipercaya? Malah heboh dan gegap gempita mendeklarasikan bahwa hitungan sendiri yang lebih valid, padahal sikap itu bertentangan dengan UU.

Jika memang tidak percaya pada proses penghitungan dan pengawasan Pemilu, kenapa tidak menggunakan perangkat perundangan yang sudah disepakati?

Jika sebagian rakyat menyatakan bahwa sebuah proses politik penuh kecurangan, maka atas nama kesetaraan dalam demokrasi, gugatlah melalui mekanisme UU yang ada.

Jika menggugatpun sudah tidak mau lantaran tidak percaya dengan mekanisme hukumnya, hal itu sama saja mengingkari demokrasi itu sendiri.

Untuk kasus ini, sebaiknya memang, orang ataupun kelompok seperti ini tidak usah ikut Pemilu.
Karena ikut pemilu itu adalah hak, bukan kewajiban, bahkan UU pun menjamin hak untuk tidak turut serta dalam Pemilu.

Baca Juga : Pseudo Demokrasi; Antara Oligarki Politik dan Politik Dinasti

Berbahagia lah rakyat Indonesia yang merayakan Pemilu dengan riang gembira, karena hakikatnya Pesta demokrasi, kegembiraan berbasis kesetaraan akan hak politik seharusnya dinikmati, bukan dikhianati!

Oleh : Muhammad Saifullah Ma’sum
Penikmat Pesta Demokrasi, Dosen Fikom Univ. Moestopo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top