Denmark Buat Pembangkit Energi Terbarukan Rp 189 M di RI – strategi.id
Infrastruktur

Denmark Buat Pembangkit Energi Terbarukan Rp 189 M di RI

Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Strategi.id – Kedutaan Besar Denmark turut membantu Indonesia membangun infrastruktur untuk energi terbarukan. Langkah tersebut dilakukan melalui kerjasama ESP3 dengan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Energy Conservation (DJ-EBTKE) Kementerian ESDM dan Danish Energy Agency (DEA).

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah Jarwanto mengatakan saat ini ESP3 tengah mengembangkan empat proyek percontohan di Jawa Tengah.

Adapun, proyek tersebut adalah pembangkit listrik tenaga gas metana di Semarang, pembangkit listrik tenaga surya di Karimunjawa, pengolahan sampah menjadi energi atau refuse derived-fuel (RDF) di Cilacap, dan pengolahan limbah tepung aren menjadi energi di Klaten.

“Ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Karimunjawa. Sebelumnya itu pakai diesel. Lalu ada proyek TPA di Semarang itu buat metana. Terus Klaten limbah dari sari pohon pati digunakan untuk energi gas dan terakhir di Cilacap juga TPA dipadatkan menjadi bahan bakar padat untuk batu bara,” ungkapnya di kantor Bappeda, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/8/2018).

Lebih lanjut, ia berharap proyek tersebut dapat menyelesaikan masalah serta mengedukasi pemerintah serta masyarakat untuk mengembangkan sistem listrik yang mandiri.

“Jadi empat varian proyek akan sangat inspiring bukan menimbulkan masalah tapi manfaat jadi sangat bangga akan kerjasama ini,” ungkap dia.

Berdasarkan data ESP3 nilai proyek tersebut mencapai hingga Rp 189 miliar. Di mana proyek di Semarang nilai investasi mencapai Rp 71 miliar, Karimunjawa sebesar Rp 16 miliar, Cilacap sebesar Rp 86 miliar, dan Klaten Rp 16 miliar.

Namun, dana tersebut tak serta merta semua berasal dari Kedutaan Besar Denmark. Sebab sebagian juga berasal dari baik pemerintah pusat maupun daerah.

Senior Programme Officer Kedutaan Besar Denmark Emil Salim menjelaskan total pembiayaan tersebut untuk setiap proyeknya diarahkan untuk sektor yang berbeda-beda. Misalnya, seperti mesin untuk proyek di Cilacap dan solar panel untuk di Karimunjawa.

“Kalau di Cilacap itu mesin, Karimunjawa untuk pembelian solar panel dan Klaten itu untuk konstruksi fasilitas ipal dan gas. Tetapi kita juga menghabiskan dana untuk studi terkait sebelum ditenderkan,” tutup dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top