Didasari Rasa Persatuan, Limanusa Gelar Deklarasi – strategi.id
Nusantara

Didasari Rasa Persatuan, Limanusa Gelar Deklarasi

Strategi.id Deklarasi dan Diskusi Limanusa

Strategi.id – Minggu (9/9/18), Lingkar Masyarakat Nusantara (Limanusa) menggelar deklarasi berdirinya organisasi kemasyarakatan tersebut. Deklarasi dihadiri sekitar 60-an peserta, baik anggota Limanusa maupun simpatisan.

Deklarasi digelar dengan format diskusi bersama antara anggota dan pengurus Limanusa. Hadir pula dalam Diskusi tersebut Aktivis FKSMJ ’98 Mahendra Dhandi Untungdewa sebagai pembicara didampingi Ketua Umum Limanusa Toto Julianto yang di moderatori oleh Alexander Gunawan.

Strategi.id - Diskusi dan Deklarasi Limanusa

Strategi.id – Diskusi dan Deklarasi Limanusa

Diskusi yang mengambil tema “Indonesia yang makin jauh dari TRISAKTI” ingin melihat bagaimama sejarah Indonesia berdiri dari peristiwa Sumpah Pemuda sampai dengan digagasnya Pancasila 1 Juli 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikaitkan dengan konteks kekinian ujar Gunawan membuka diskusi.

Toto menjelaskan, “Organisasi ini akan diisi bagaimana pemahaman-pemahaman Seputar permasalahan nasional, memproyeksikan tantangan permasalahan ke depan untuk kemudian di rumuskan dalam bentuk agenda kerja bersama serta adanya langkah nyata yang searah dengan tekad bersama menuju indonesia yang merdeka dan berdaulat 100%.”.

Strategi.id - Diskusi dan Deklarasi Limanusa

Strategi.id – Diskusi dan Deklarasi Limanusa

Toto juga menambahkan bahwa Limanusa dibentuk dilandasi oleh semangat Sumpah Pemuda 1928, yaitu roh satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air. Dalam melakukan evaluasi total terhadap pemahaman “Keanekaragaman Indonesia dalam Hidup berbangsa & bernegara”.

Saat yang bersamaan, Mahendra Dhandi Untungdewa mengatakan bahwa sumpah pemuda bukan berbicara tentang wilayah.

“sumpah pemuda hari ini bukan bicara tentang wilayah. Karena sumpah pemuda berbicara tentang bangsa, bukan negara” tegas Mahendra Dhandi pada deklarasi Limanusa di TokTok Resto Ayam Kremes, Rawamangun, Jakarta Timur (9/9/18).

Gerakan kepemudaan yang kritis dan produktif harus selalu kita hadirkan untuk mengawal proses pembangunan Nasional dan membanggun karakter bangsa yang maju dan beradap tegas Mahendra yang aktif sebagai prngamat budaya.

Seluruh pengurus dan anggota berharap Limanusa akan menghasilkan kesamaan pandangan dan pemahaman akan pentingnya toleransi, tenggang rasa serta partisipasi aktif masyarakat dalam mewarnai perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara kita ke depan.

Deklarasi ini dihadiri juga Ismail Arief dari Ketua team Kajian dan Analisa Indonesia Maju , Eki Girsang ketua BRN, Masyarakat Peduli Indonesiaan , Laskar Rakyat Jokowi ,GSP , Forum Komunikasi Sarjana Jakarta (FKSJ) ,Pelaku Ekonomi UMKM , Mantan Aktivis FKSMJ ’98 dan aktivis mahasiswa Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top