Diduga Korupsi Beras Bencana, Gudang Bulog Karawang-Bekasi Diperiksa – strategi.id
Nusantara

Diduga Korupsi Beras Bencana, Gudang Bulog Karawang-Bekasi Diperiksa

Strategi.id - Diduga Korupsi Beras Bencana, Gudang Bulog Karawang-Bekasi Diperiksa

Strategi.id – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi didampingi Kejari Karawang, menggeledah Kantor Subdivre Bulog Karawang-Bekasi di Jalan Cakradireja, Kelurahan Nagasari, Karawang Barat, karena diduga korupsi beras bencana. Kamis siang (15/11/18).

Penggeledahan dilakukan untuk menemukan bukti kasus penyelewengan 200 ton beras bencana. “Kita memperkirakan pengembangan kerugian negara sebesar Rp1,8 miliar,” kata Kasipidsus Kejari Kota Bekasi Siju kepada wartawan Kamis (15/11/18).

Baca Juga : Kejagung Mulai Bidik Tersangka Korupsi Kredit di Bank BTN

Dalam penggeledahan yang berlangsung 4 jam itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen terkait penyaluran beras pada tahun 2016 dan 2017. “Kami menduga ada penyelewengan beras pada tahun 2016 sebanyak 100 ton dan kemudian pada tahun 2017 sebanyak 100 ton,” ungkap Siju.

Saat ini, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Kasus ini memasuki tahap penyidikan dan menetapkan beberapa tersangka. “Tiga tersangka, satu (berinisial), HI, PA, AD. Dua orang (di antaranya) PNS (Pegawai Negeri Sipil), dan satu THL (tenaga harian lepas),” ujar dia.

Baca Juga : Ada Hadiah Menarik Untuk Para Pembocor Korupsi

Hanya saja, Siju mengaku, belum bisa mengungkapkan dokumen apa saja yang diamankan. “(Penggeledahan) masih berjalan, kita belum bisa (mengungkapkan). Dokumen terkait penyaluran,” sebut dia.

Dua Pejabat BPBD Bekasi Ditahan, Disangka Korupsi Beras Bencana

Dua pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Bekasi ditahan oleh Kejaksaan Negeri setempat. Mereka disangka melakukan tindak pidana korupsi atas pengadaan cadangan beras pemerintah yang merugikan negara Rp1,8 miliar.

Kedua tersangka diketahui identitasnya sebagai Ahmad Dumiyati dan Feri Santoso, masing-masing menjabat Pelaksana Harian BPBD dan staf pelaksana BPBD. Mereka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi, Hermon Dekristo, kasus itu bergulir pada tahun 2016. Kala itu BPBD Kota Bekasi mengajukan permohonan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada Perum Bulog di Karawang.

Kerugian negara akibat tindakan kedua orang itu, antara lain pada 2016 sebesar Rp886 juta, dan pada 2017 sebesar Rp992 juta. Total kerugian sebesar Rp1,8 miliar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top