Diskusi MTI Terkait Evaluasi Mudik Masa Pandemi Dan New Normal Dalam Kelancaran Lalu Lintas – strategi.id
Nusantara

Diskusi MTI Terkait Evaluasi Mudik Masa Pandemi Dan New Normal Dalam Kelancaran Lalu Lintas

Strategi.id - Diskusi MTI Terkait Evaluasi Mudik Masa Pandemi Dan New Normal Dalam Kelancaran Lalu Lintas

Strategi.id – Di tengah Pandemi Covid-19 (virus corona) dalam rangka menghadapi New Normal serta mengevaluasi arus mudik saat ini, perubahan perilaku transportasi humanitarian mengutamakan nilai kemanusiaan untuk ekonomi yang lebih baik harus diperhatikan.

Menurut Ketum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Prof. Agus Taufik Mulyono (ATM) paradigma baru masa pasca pandemi berubah menjadi transportasi humanitarian yang sehat, bersih, nyaman, selamat, humanis, cerdas dan adil.

“Kebijakan utama masa pandemi aturan PSBB dan larangan mudik menghasilkan improving (hal positif) seperti mengurangi tingkat penyebaran Covid-19, dan worsening (hal negative) seperti perlambatan ekonomi dan percepatan penurunan tingkat pertumbuhan.” Ujar ATM dalam peliputan diskusi publik MTI secara virtual, Sabtu (06/06/20).

ATM menjelaskan bahwa ada tiga opsi kebijakan saat New Normal, diantaranya pemulihan ekonomi, misi kemanusiaan, dan utamakan nilai kemanusiaan untuk ekonomi yang lebih baik. Ketiga opsi itu termaksud dalam perubahan perilaku.

Menurutnya “Pelembagaan nilai kemanusiaan menempatkan Sektor Perhubungan dalam kedudukan baru di atas layanan publik serta layanan universal,”.

Dia menjelaskan pelembagaan tersebut membuka peran serta konsolidasi sumber daya negara, korporasi, komunitas dan individu untuk perlindungan manusia dan kemanusiaan.

Kemudian, Djoko Setijowarno selaku Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI memaparkan untuk pencegahan Covid-19 sektor transportasi pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif meliputi pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi orang dan barang, pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan transportasi sepeda dan berjalan kaki dan perlindungan terhadap
penumpang, awak, dan sarana transportasi.
“Penyelenggaraan transportasi daring (online) di Indonesia lebih banyak kepentingan politis dan bisnis, bukan kepentingan kesehatan apalagi kesejahteraan bagi rakyatnya.” Ujarnya.

Selanjutnya Dr. Siti Maimunah selaku Direktur Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Kementerian Perhubungan RI mengatakan “Jangan kita lupakan bahwa Korban kecelakaan lalu lintas juga masalah yang besar dan merupakan pandemik global,”.

“Kita semua membutuhkan mobilitas yang selamat, aman, lancar, tertib serta tetap sehat dari awal sampai akhir perjalanan selama masa Covid-19 ini” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top