Ditemukan Interferon Alpha 2B Obat Melawan Korona? - strategi.id
Nusantara

Ditemukan Interferon Alpha 2B Obat Melawan Korona?

Strategi.id-Ditemukan Interferon Alpha 2B Obat Melawan Korona?(Foto :www.plenglish.com/ Ist)
Strategi.id-Ditemukan Interferon Alpha 2B Obat Melawan Korona?(Foto :www.plenglish.com/ Ist)

Strategi.id- Berdasarkan data yang terakhir saat artikel ini terbit (18/3), terpantau ada 197,168 kasus virus corona, dengan 80.840 orang sembuh dan menyebabkan 7,905 kematian di seluruh dunia, Sementara, kasus positif COVID-19 di Indonesia saat ini mencapai 227 kasus dengan 11 orang sembuh dan 19 orang meninggal dunia. yang dilansir ole WHO dan Kementrian Kesehatan RI data Rabu ( 18/03/20).

Perlombaan Melawan Covid -19

Untuk mengatasi Virus Korona yang menyerang China dan Hampir di seluruh dunia ini terus memburuk, membuat para ilmuan seantero dunia berlomba-lomba membuat formula vaksin dan atibiotiknya. Sebuah laporan dari Amerika Serikat telah membuat kemajuan dalam pengobatan pasien yang dikonfirmasi terinfeksi virus korona baru itu.

Baca Juga : UPDATE Korban Virus Korona Per 18 Maret 2020 Menjadi 227 Jiwa Positif Dan 19 Meninggal Dunia

Hal ini tertuang dalam New England Journal of Medicine (NEJM) pada 31 Januari 2020 lalu mengatakan, bahwa pasien pertama yang didiagnosis Corona Wuhan” di Amerika Serikat terlihat membaik dan tidak memperlihatkan adanya efek samping setelah diberikan “Remdesivir” , yakni sejenis obat percobaan virus Ebola dari perusahaan farmasi Gilead Science.

Obat ini dikembangkan oleh Gilead Sciences yang berbasis di Amerika Serikat, ditujukan untuk penyakit menular seperti Ebola dan SARS.

Pada 4 Februari 2020, Institut Virologi Wuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China mengumumkan sebuah hasil penelitian, menyatakan bahwa para ilmuwan China telah membuat kemajuan penting dalam persiapan obat anti-radang paru-paru atau pneumonia Wuhan dan telah mengajukan paten.

Baca Juga : Pemerintah Minimalkan Dampak Penyebaran Virus Korona

Institut Virologi Wuhan (IVW) menerbitkan sebuah artikel berjudul “Para ilmuwan China telah membuat kemajuan penting dalam persiapan obat anti-virus Corona atau 2019

Di situs website IVW, menyatakan, bahwa sesuai dengan praktik internasional, dan atas dasar melindungi kepentingan nasional.

Institut terkait telah mengajukan paten obat anti virus Corona baru atau 2019 novel coronavirus pada 21 Januari 2020, dan akan menjangkau negara-negara di dunia melalui Patent Cooperation Treaty – PCT (Perjanjian Kerjasama Paten).

Baca Juga : Siti Fadilah Yakin Ahli Indonesia Bisa Deteksi Virus Corona

Apapun perlombaan melawan Virus Korona tersebut ada fenomena menarik dari obat Interferon Alpha 2B, obat asal Kuba, diklaim bisa menyembuhkan pasien yang positif virus corona atau COVID-19. Apakah benar demikian?

Interferon Alpha 2B telah dibuat jauh sebelum pandemi virus korona terjadi. Tepatnya, dikembangkan di tahun 1986 oleh tim peneliti dari Centre for Genetic Engineering and Biotechnology, terang laman Peoples Dispatch. Obat ini dibuat dari protein manusia dan membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan bakteri, virus atau zat berbahaya lain.

Sebenarnya, obat ini diciptakan untuk mengobati melanoma ganas, leukemia, limfoma folikular, hepatitis B kronis atau C pada orang dewasa, hepatitis B kronis pada anak-anak berusia satu tahun ke atas, kutil kelamin, herpes zoster, demam berdarah, beberapa jenis kanker hingga sarkoma Kaposi yang disebabkan oleh AIDS, jelas laman Drugs.com

Interferon Alpha 2B berhasil Menyembuhkan Covid-19

Sejak diproduksi massal di Tiongkok pada 25 Januari lalu, Interferon Alpha 2B berhasil menyembuhkan lebih dari 1.500 pasien yang terkena COVID-19. Interferon Alpha 2B ialah salah satu dari 30 obat yang dipilih oleh Chinese National Health Commission untuk melawan COVID-19, ujar laman Peoples Dispatch.

Tidak hanya menyembuhkan pasien di Tiongkok, tetapi di Korea Selatan juga. Berkat obat ini, dari 8 ribu orang yang terinfeksi, “hanya” 72 orang yang meninggal.

Berarti, dari 100 persen kasus, hanya 0,9 persen yang meninggal. Jerman juga memakai obat ini untuk memerangi COVID-19. Hasilnya, hanya ada 3 kematian dari 3.156 orang yang terinfeksi.

Baca Juga : Nilai Tukar Dollar Amerika Serikat (USD) Mencapai 15.000 Rupiah

Menanggapi banyaknya kebutuhan Interferon Alpha 2B, obat ini pun diekspor ke banyak negara yang terdampak virus Korona. Menurut Eduardo Martinez, presiden perusahaan farmasi BioCubaFarma, produksi obat ini meningkat signifikan setelah menerima permintaan dari banyak negara, terangnya di laman Peoples Dispatch.

Martinez berujar kalau perusahaannya memiliki persediaan yang cukup untuk pasar dalam negeri dan internasional. Kini, pemerintah Kuba mengirim tim dokter sekaligus suplai Interferon Alpha 2B ke Italia. Berdasarkan data terakhir, ada 31,506 kasus COVID-19 dan menyebabkan 2,503 kematian di Italia, tutur laman Worldometers.

Interferon Alpha 2B bekerja dengan cara meningkatkan produksi interferon alami dalam tubuh manusia dan memperkuat sistem kekebalan tubuh pasien yang positif COVID-19. Sehingga, membuat tubuh lebih efektif dalam melawan virus corona. Selain itu, Interferon Alpha 2B bisa menahan penyebaran virus serta mengobati orang yang memiliki gejala.

Untuk apa interferon alfa-2b?

Obat ini umumnya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kanker, misalnya leukemia, melanoma, dan AIDS terkait sarkoma Kaposi. Obat ini juga digunakan untuk mengobati infeksi virus, misalnya hepatitis B kronis, hepatitis C kronis, dan kondiloma acuminata. Obat ini sama dengan protein alami yang dihasilkan di dalam tubuh (interferon). Diperkirakan obat ini bekerja dengan mempengaruhi fungsi atau pertumbuhan sel serta pertahanan alami tubuh (sistem kekebalan tubuh) dalam berbagai cara. Menambahkan interferon dapat membantu tubuh Anda melawan infeksi kanker ataupun virus seperti yang dilansir HelloSehat.com

Bagaimana cara penggunaan Interferon Alfa-2B?

Obat ini diberikan melalui suntikan ke dalam otot atau di bawah kulit sesuai arahan dokter. Balikkan suntikan setiap kali Anda menyuntikkan obat ini untuk mencegah rasa sakit. Obat ini juga dapat diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau pada luka secara langsung, biasanya dilakukan oleh seorang perawat profesional.

Baca Juga : UPDATE Korban Positif Virus Korona di Indonesia Menjadi 134 Jiwa, 5 Meninggal Dunia dan 8 Sembuh

Jika Anda menggunakan obat ini di rumah untuk diri sendiri, ketahuilah semua persiapan serta petunjuk penggunaan dari perawat profesional Anda. Jangan mengocok obat karena akan menurunkan efektivitas obat. Sebelum digunakan, periksalah produk ini apakah terdapat partikel atau perubahan warna. Jika terdapat gumpalan, jangan gunakan obat tersebut. Ketahui cara penyimpanan serta pembuangan persediaan medis yang aman. Jangan pernah menggunakan jarum suntik berulang kali (hanya sekali pakai). Multidose-pen dapat dipakai berulang kali. Obat ini paling baik digunakan pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi efek samping.

Minumlah banyak cairan ketika menggunakan obat ini, kecuali diarahkan sebaliknya dokter Anda.

Dosis dibuat berdasarkan kondisi medis dan respon tubuh terhadap terapi. Jangan mengubah dosis atau frekuensi penggunaan obat ini tanpa persetujuan dokter. Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat terbaiknya. Untuk membantu Anda ingat, gunakanlah obat pada waktu yang sama setiap malam sehingga dosis menjadi terjadwal.

Baca Juga : Maklumat APPSANTI Terkait Pandemi COVID-19 Untuk Ilmuwan Sosial, Masyarakat Dan Pemerintah

Berbagai merek Interferon Alfa memiliki dosis yang berbeda-beda dalam darah. Obat ini tersedia dalam berbagai macam, yaitu bubuk dalam botol, larutan dalam botol, serta multidose-pen. Cara penggunaan produk bergantung pada jenis produk yang Anda gunakan. Ikuti arahan dokter Anda dengan hati-hati. Jangan beralih merek tanpa seizin dokter Anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top