Dolar AS Mengguncang Naik: Tembus Rp. 15.000 – strategi.id
Nusantara

Dolar AS Mengguncang Naik: Tembus Rp. 15.000

Dolar AS
Strategi.id - Dolar AS Mengguncang Naik: Tembus Rp. 15.000

Strategi.id – Gempa yang mengguncang berbagai wilayah di Indonesia, akhirnya mengunguncang pula kondisi tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis di 15 ribu rupiah. Posisi tersebut melemah melemah 114 poin atau 0,76% ke level Rp15.025 per dolar AS seiring dengan pergerakan IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (2/10/18).

Hingga pukul 11.37 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 15.025 per dolar AS. Dengan posisi tersebut, sepanjang tahun ini, rupiah tercatat telah melemah di atas 10 persen.

Bila ditarik dalam rentang waktu 3 bulan terakhir. Rupiah sudah terdepresiasi sedalam 7,8%. Dimana pada tanggal 19 Juni 2018, dolar AS masih berada di Rp 13.930.

Posisi rupiah ini merupakan yang terlemah dalam beberapa tahun terakhir. Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap hampir semua mata uang lainnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar dolar AS yang hampir menyentuh Rp 15.000 sendiri banyak dipengaruhi kondisi global. Mulai dari kenaikan suku bunga acuan AS, kebijakan moneter The Fed, hingga pengaruh perang dagang AS.

Hingga pukul 11.37 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp 15.025 per dolar AS.

Akibat berbagai kebijakan dari AS tersebut membuat peredaran mata uang dolar AS jadi terbatas. Hal ini yang terjadi di Indonesia dan menyebabkan pasokan dolar AS di dalam negeri menjadi berkurang.

Terlebih, tingkat ekspor Indonesia saat ini masih lebih rendah dibandingkan impor, atau defisit. Karenanya, permintaan terhadap barang dan jasa impor justru semakin meningkat dan membuat dolar AS menjadi lebih mahal.

Kendati rupiah melemah cukup dalam pada hari ini, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada, seperti dikutip dari CNN, menilai rupiah masih berpotensi berbalik arah dan kemudian menguat di akhir perdagangan pasar spot hari ini karena terbawa penguatan dolar Kanada.

Sementara dolar Kanada berhasil menguat karena sentimen positif dari hampir tercapainya kesepakatan antara AS dengan Kanada untuk mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA).

Dikutip dari Reuters, kedua negara hampir menyelesaikan kesepakatan mereka untuk mengubah NAFTA. Setelah Meksiko lebih dulu menyetujui langkah ini bersama AS. Bila kesepakatan ini benar-benar terjadi, nantinya akan ada perjanjian perdagangan baru bagi ketiga negara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top