Empat Provinsi Siap Dijadikan Ibukota Baru Indonesia – strategi.id
Infrastruktur

Empat Provinsi Siap Dijadikan Ibukota Baru Indonesia

Strategi.id- Presiden Joko Widodo kemarin kembali menegaskan keseriusannya memindahkan ibu kota ke luar Pulau Jawa. Menurut dia, Kemenkeu dan Kementerian PUPR sudah siap menganggarkan dan membangun ibu kota baru saat menggelar buka puasa bersama petinggi dan kepala lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/)19).

Sebaran penduduk Indonesia saat ini terpusat di Pulau Jawa yang dihuni sekitar 57 persen penduduk Indonesia. Bandingkan dengan Pulau Sumatra yang didiami oleh kurang lebih 21 persen penduduk Indonesia, sementara sisanya tersebar di pulau-pulau lainnya seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Baca Juga : Istana Matangkan Rencana Pemindahan Ibu Kota

Sejauh ini, sudah tiga alternatif daerah yang lahannya siap untuk menjadi ibu kota baru. Ada yang 80.000 hektare, 120.000 hektare, ada juga yang 300.000 hektare. Lahan seluas itu lebih dari cukup, mengingat DKI Jakarta sendiri memiliki luas sekitar 66.000 hektare.

Daerah mana yang akan dipilih, akan segera kita putuskan setelah melalui konsultasi dengan lembaga-lembaga negara yang terkait, seperti DPR.

Walaupun Pemerintah masih melakukan kajian. Namun, empat daerah telah menyampaikan antusiasme dan kesiapannya untuk ditempati.

Keempat daerah dimaksud adalah Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Keempat kepala daerah yang hadir ke Istana Negara adalah Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Gubernur Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Yusliando, dan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.

Kemarin empat kepala daerah dimaksud diundang ke Jakarta untuk menjelaskan keunggulan daerah masing-masing dan berdiskusi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, misalnya, menawarkan tiga lokasi untuk menjadi ibu kota baru. Ketiga daerah tersebut adalah Palangkaraya dengan ketersediaan lahan yang disiapkan 66.000 hektare lebih, Kabupaten Katingan 120.000 hektare lebih, dan Kabupaten Gunung Mas 121.000 hektare lebih.

Baca Juga : Wahab Kader Hanura: Jangan Ada Mentri Punya Beban Masa Lalu Dalam Kabinet Jokowi – Amin, Termasuk Wiranto

“Ketersediaan air sangat melimpah karena dikelilingi daerah aliran sungai (DAS) dengan luas wilayah Kalteng yang 1,5 kali luas Pulau Jawa,” ujar Sugianto Sabran dalam diskusi bertajuk ‘Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara’ di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin 6 Mei 2019.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menegaskan wilayahnya sangat cocok dijadikan ibu kota. Dia menyebut masyarakatnya sangat ramah dan terbuka terhadap siapa pun yang ingin membangun Kalsel. Kalsel juga memiliki bebatuan yang berumur sangat tua sehingga menyebabkan provinsi itu terhindar dari bencana geologi.

“Ketersediaan air bukan menjadi masalah karena Kalsel dikelilingi oleh Pegunungan Meratus dengan konstruksi tanah yang kuat,” kata Sahbirin Noor.

Adapun Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Kaltim Yusliando mengungkapkan daerahnya menawarkan empat lokasi sebagai ibu kota baru yaitu Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Keempatnya layak karena daerahnya mudah terjangkau dan aman dari bencana.

“Aksesibilitas mudah. Dari segi kebencanaan tidak pernah ada bencana gempa. Kami cenderung tidak terpengaruh oleh ring of fire,” tutur Yusliando.

Kaltim bahkan telah memiliki seperti apa wajah ibu kota nantinya, yakni konsep Forest City. Hal ini karena daerah yang ditawarkan memiliki kawasan hutan yang luas.

Baca Juga : Bendungan Gondang Terisi Air Penuh pada Oktober 2019

“Keunggulan Kaltim, kurang lebih 70 persen kawasan hutan. Tidak pernah ada gejolak sosial dan keamanan, jadi tidak menjadi masalah apabila ada urbanisasi. Di lokasi (usulan) ibu kota negara penduduknya masih sedikit,” ucapnya.

Dia juga menyebut Kaltim memiliki sejumlah infrastruktur yang sudah ada (existing) seperti bandara, bendungan, hingga rumah sakit.

Tidak mau kalah dengan tiga provinsi di Kalimantan, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar juga menyatakan kesiapannya jika ibu kota dipindahkan ke Sulbar. Dia menyebut Sulbar layak karena sejumlah faktor seperti dari segi geografis letaknya tepat di tengah Indonesia dan memiliki kedalaman yang bagus untuk pelabuhan dan diapit Samudera Indonesia dan Pasifik.

“Termasuk saat ini sudah ada dua bandara yang beroperasi. Sejauh ini sementara dibenahi untuk memenuhi standar internasional. Bandaranya ada di pegunungan, ada di pesisir. Termasuk pelabuhan juga sangat bagus,” kata mantan Bupati Polman dua periode itu.

Baca Juga : Jokowi : Pemindahan Ibukota Tidak Bebankan APBN

Ali juga menyebut Sulbar memiliki hutan yang belum terjamah dan sumber air ada tujuh sungai utama dan puluhan sungai kecil melintang di Sulbar dan memiliki potensi sumber daya terbarukan. “Kalau pertanian kita kirim ke daerah luar, Jawa, termasuk ke Kalimantan, baik itu beras, jagung, maupun banyak lagi. Kita juga ada daerah pesisir, perbukitan atau pegunungan, daratan. Tinggal diatur nanti kalau memang jadi,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top