Kritik Fahri Hamzah pada Pilkada Serentak 27 Juni – strategi.id
Nusantara

Kritik Fahri Hamzah pada Pilkada Serentak 27 Juni

Strategi.id-Kritik Fahri Hamzah pada Pilkada Serentak 27 Juni
Strategi.id-Kritik Fahri Hamzah pada Pilkada Serentak 27 Juni

Strategi.id – Kritik Fahri Hamzah pada Pilkada Serentak 27 Juni, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan dan memulai tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di 171 daerah di Indonesia. Hari pemungutan suara ditetapkan pada 27 Juni 2018. Pencoblosan dilakukan serentak di 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten yang gelar pilkada.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memastikan pemerintah sudah pasti akan menetapkan 27 Juni mendatang sebagai hari libur nasional.  “Diusulkan agar hari pilkada serentak diliburkan. Dan ini sudah disetujui pemerintah ,” kata Wiranto di Mabes Polri.

Baca Juga :Fahri Hamzah: Prabowo Mengundurkan Diri Saja Dari Gerindra

Selain itu, alasan pemerintah meliburkan tanggal 27 Juni adalah karena menghindari tindakan kecurangan. Bisa jadi, kata Tjahjo, ada pengerahan massa yang disalahgunakan untuk kepentingan politik. berbeda dengan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengkritik pemerintah yang menetapkan tanggal 27 Juni 2018 sebagai libur nasional.

“Saya termasuk yang kurang setuju. Masa pilkadanya di Papua orang Aceh harus libur. Lah, urusannya apa?” kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut Fahri, libur nasional itu harusnya diterapkan di 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018. Fahri menyebut pemerintah seharusnya berpikir lebih matang terkait libur nasional saat Pilkada 2018.

Baca Juga :Kader PKS Badan Kehormatan DPRD dan Caleg Gerindra Diisukan Selingkuh

“Harusnya libur itu di tempat yang terkena pilkada saja. Yang nggak kena pilkada republik ini panjang. Kecuali kita mau bikin peraturan dari awal. Nanti kalau begitu, nanti pilkada kepala desa di kampung saya nanti semua orang minta libur juga. Janganlah begitu-begitu,” kritik Fahri.

Terkait kebijakan ini, Fahri turut mengkritik lingkaran Presiden Joko Widodo. Menurut dia, orang-orang di sekitar Jokowi ada yang tak mengerti administrasi.

Baca Juga :Perebutan Kursi Wagub Berujung Ancaman PKS DKI pada Pilpres 2019

Presiden Jokowi sebelumnya meneken Keppres Nomor 15 tahun 2018 tentang libur nasional saat Pilkada Serentak 2018. Jokowi meminta masyarakat memanfaatkan libur nasional untuk menggunakan hak pilih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top