FK ’98: Massa yang Datang Rembuk Bukan Bayaran – strategi.id
Nusantara

FK ’98: Massa yang Datang Rembuk Bukan Bayaran

Peserta Rembuk Nasional Aktivis 98 yang dihadiri oleh massa aksi dari berbagai daerah

Strategi.id- Rembuk Nasional I Aktivis 98 yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018) kemarin berlangsung sukses.

Sedikitnya, 60 ribu lebih aktivis dan warga tumpah ruah memadati arena JIExpo.

Aktivis 98 bersama organisasi perjuangan rakyat menghadiri Rembuk Nasional Aktivis 98

Aktivis 98 bersama organisasi perjuangan rakyat menghadiri Rembuk Nasional Aktivis 98

Belum lagi, aktivis dan warga yang berada di luar arena dan baru masuk ke Jakarta dari luar daerah lantaran terjebak macet di jalan.

Hal itu disebutkan Juru Bicara Rembuk Nasional Aktivis 98, Sarbini. Menurutnya, massa yang datang ke rembuk berasal dari berbagai daerah.

“Setidaknya ada 20 perwakilan daerah yang datang di rembuk,” ujar Sarbini aktivis dari perwakilan FK ’98 saat dikonfirmasi redaksi, Minggu (8/8/2018).

Sarbini membantah, massa yang datang ke Rembuk Nasional I Aktivis 98 dengan target awal 50 ribu aktivis tersebut berasal dari massa bayaran.

“Tidak ada yang membayar, semua datang dengan sukarela. Bahkan, massa yang datang dari berbagai daerah itu datang dengan cara patungan di antara mereka,” tegas Sarbini.

Sarbini mengatakan, arena rembuk memang dibuka untuk masyarakat umum. Hal itu menunjukkan siapa saja dipersilakan datang ke arena rembuk.

“Kita buka semuanya, siapa saja boleh datang ke rembuk. Karena kita tidak menutup diri dengan siapapun,” kata dia.

Sementara, perwakilan aktivis dari daerah Oki Satrio mengatakan, pihaknya datang dengan 20 bus dari berbagai daerah dan beragam aktivis organisasi masyarakat cirebon dan kuningan dan 10 bus dari jaringan kawan kawan di pekalongan.

 

Aktivis aktivis daerah banjiri acara Rembuk Nasional Aktivis 98

Aktivis aktivis daerah banjiri acara Rembuk Nasional Aktivis 98

“Ada dari Sekolah Mangrove Losari, GMNI Kuningan, GAMPAR, serikat Angkot Cirebon, GEMPUR, Jaringan Petani Kopi Ciremai,” ujar Oki.

Tidak hanya itu, tambah Oki, bergabung juga Serikat Petani Majalengka, Rakyat Ciledug Bersatu, Kelompok Peternak Ayam Petelur Cirebon, Serikat Tani Indramayu, Persatuan Pemuda Cirebon, Jaringan Ahmadyah.

Lalu, dari Jaringan Juru Rawat Situs dan Makam Cirebon Kuningan, Gabungan Angkutan Pekalongan, Pemuda Wonokeri Pekalongan, Sanggar Kesenian Sutan Sabil, Paguyuban Pemuda dan Nelayan Jambean.

Mereka datang dari daerah berkordinasi dengan kawan kawan di jakarta seperti saat ini mereka bersama-sama teman teman aktivis FK’98 ikut mendukung acara Rembuk Nasional Aktivis 98

“Mereka datang ke Rembuk Nasional Aktivis 98 dan mereka bukan masa bayaran. Merekalah yang di Kuningan melawan kegiatan penambangan panas bumi Chevron yang berdampak buruk bagi masyarakat dan alam. Massa Aksi daerah ini hadir ke acara karena 98 adalah inspirasi perlawanan dan penindasan,” pungkasnya.

Diketahui, Rembuk Nasional I Aktivis 98 tersebut menghasilkan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo. Bahkan, Jokowi menutup langsung rembuk tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top