Galak Jadi Santun, Strategi Prabowo Rebut Suara di Pilpres 2019 – strategi.id
Nusantara

Galak Jadi Santun, Strategi Prabowo Rebut Suara di Pilpres 2019

Strategi.id - Bentak Pendukungnya, Prabowo Tak Layak Jadi Pemimpin

Strategi.id-  Prabowo Subianto dalam memenangkan pertarungan Pilpres kali ini berupaya membangun strategi baru yaitu melaui citra berbeda pada pemilihan presiden 2019. Kesan tokoh ‘galak’ yang dinilai melekat pada dirinya ingin coba dihilangkan pada perhelatan tahun depan.

Calon presiden nomor urut 02 itu pun mulai mencoba lebih ‘santun’ saat berhadapan dengan wartawan, berpenampilan gaya anak muda, hingga memperlihatkan keakraban dengan kucing peliharaannya bernama Bobby.

Salah satu citra berbeda itu ditunjukkan Prabowo ketika menyapa wartawan sebelum mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), 10 Agustus lalu. Saat itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada awak media yang sabar menunggu di rumahnya siang dan malam hari.

Mantan Danjen Kopassus itu menyinggung kondisi wartawan yang digigit nyamuk lantaran bekerja hingga malam di sekitar kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Kalian yang begitu sabar, siang malam, menunggu dan digigit nyamuk. Di sini nyamuk banyak kan? Tapi kan kantor kalian bekali dengan Autan ?” canda Prabowo kala itu.

Pernyataan Prabowo itu membuat sejumlah pewarta tertawa lantaran mendengar guyonan tentang gigitan nyamuk yang memang kerap dialami saat meliput hingga larut malam.

Suasana ‘cair’ yang diciptakan Prabowo itu terlihat berbeda jika dibandingkan dengan sikapnya pada Pilpres 2014 lalu. Prabowo terkesan galak. Bahkan, dia sempat enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan wartawan dari media nasional.

Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa menolak menjawab lantaran media tersebut dianggap mendukung lawan politiknya Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kini, Prabowo yang memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon wakil presidennya, dalam beberapa kesempatan memang kerap bersikap ramah terhadap wartawan yang hadir di acaranya. Dia terkadang bertanya apakah wartawan hadir saat dirinya memberikan sambutan. Meskipun demikian, Prabowo melontarkan itu sebagai sebuah candaan.

“Wartawan itu gajinya kecil, ya sedikit di atas kalian lah. Jadi dia sebetulnya hatinya sama dengan kita, tapi bos-bosnya,” kata Prabowo beberapa waktu lalu.

Strategi.id- Jokowi Membeli Jaket Baru di IdeaFest 2018

Strategi.id- Jokowi Membeli Jaket Baru di IdeaFest 2018

Pengamat Komunikasi dari Universitas Prof Dr Moestopo ( Beragama), Rialdo Rezeky  menilai wajar Prabowo mengubah citra menjadi lebih ‘santun’ dalam menghadapi kontestasi Pilpres yang ketiganya.

Menurut Aldo pangilan akrabnya , langkah Prabowo sejalan dengan budaya masyarakat Indonesia yang masih mengedepankan kesantunan.

Sebagai contoh Capres Pertahana Jokowi  telah mempraktikkan hal tersebut sejak menjabat wali kota Solo hingga maju pada Pilpres 2014.

“Dalam budaya politik kita, kultur politik kita, kita masih merindukan tokoh-tokoh yang berbudaya, beretika tinggi, dengan kesantunan, dan kesopanan tadi,” ujar Aldo yang juga mantan Aktivis FKSMJ’98 kepada strategi.id, Jumat   (2/11/18).

“Termasuk yang sekarang dilakukan oleh Pak Prabowo. Jadi harus lebih santun, elegan, lebih mengena, yang memberikan hal-hal positif pada masyarakat,” ujar Aldo

Apabila Prabowo konsisten mempertahankan gaya tersebut mungkin saja Elektabilitas Prabowo Meningkat dan makin digemari oleh kalangan banyak.Namun Pertarungan Prabowo tidak bisa berdiri sendiri harus diimbangini oleh Pasangannya Sandiaga Uno. Kedua Pasangan tersebut juga harus melihat strategi pesaing mereka di Pilpres 2019 dan tidak kaku merubah strategi apabila mereka mau menag dari Jokowi– Ma’ruf Amin pungkas Aldo.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top