Generasi Milenial Bicara Passion dan Kepemimpinan – strategi.id
Nusantara

Generasi Milenial Bicara Passion dan Kepemimpinan

Strategi.id - Generasi Milenial Bicara Passion dan Kepemimpinan
Strategi.id - Generasi Milenial Bicara Passion dan Kepemimpinan

Strategi.id – Generasi milenial adalah generasi penerus bagi kemajuan bangsa dan negara. Sebagai generasi yang akan diandalkan tentu anak muda akan menghadapi tantangan lebih besar ke depan dalam menentukan arah pembangunan bangsa Indonesia.

Untuk itu, Kantor Staf Presiden bekerjasama dengan Unika Atma Jaya mengadakan ‘Impact Talks!’ sebagai wadah untuk bertukar pikiran dan berbagi inspirasi kepada mahasiswa mengenai cara positif berkontribusi kepada masyarakat membicarakan mengenai kepemimpinan, beasiswa dan karir.

‘Impact Talks!’ digelar dan diikuti oleh lebih dari 600 mahasiswa. Selain itu, acara ini juga dapat disaksikan secara langsung melalui livestreaming liputan6.com. Yang dihadiri Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari dan Rektor Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko,
Selasa, (5/3/19).

“Leadership bukanlah tentang hirarki seseorang dalam organisasi. Tetapi lebih kepada tindakan kepemimpinan atau leadership action yang seseorang lakukan,” ungkap Denni Purbasari dalam kata sambutannya.

Baca Juga : Generasi Milenial, Generasi Sadar Hukum

Alumnus University of Colorado at Boulder, yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi UGM ini menambahkan dalam konteks dunia yang serba Volatile, Uncertain, Complex dan Ambiguous atau disingkat VOCA. Kita sebaiknya memiliki tim dengan latar belakang beragam agar dapat saling melengkapi dalam mencapai sebuah misi.

Namun, dengan diversity ini, pemimpin dituntut untuk mau mendengarkan pendapat dari semua dan harus bisa mengkomunikasikan arahannya dengan jelas. “Jadi, softskill komunikasi semakin diperlukan,” tegasnya.

‘Impact Talks!’ menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang antara lain co-founder Go Girl! Nina Moran serta tiga Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden yakni Daniel Simandjuntak, Nadia Syahraniah, dan Fandi Achmad. Para narasumber membagikan pengalaman mereka dalam dunia pekerjaan, kepemimpinan dan juga pengalaman beasiswa yang diperoleh.

Menurut Fandi Achmad, memiliki jiwa kepemimpinan sangat penting karena dalam menciptakan kerja yang berdampak, kita tidak bisa bekerja sendiri. Di sinilah skill kepemimpinan menjadi sangat penting untuk keberhasilan mengkomunikasikan visi dan mengajak koleganya bersama-sama mengerjakan visi tersebut. Jiwa kepemimpinan ini dapat diasah dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan berorganisasi dan training leadership yang tidak kita peroleh dalam kelas perkuliahan.

“Sebuah tekanan akan membangun perkembangan dalam diri sendiri karena akan mengharuskan diri kita keluar dari zona nyaman,” kata pria 29 tahun lulusan S1 Ekonomi di UGM dan S2 Kebijakan Publik di University of Michigan Amerika Serikat ini seraya mendorong anak muda agar keluar dalam zona nyamannya untuk terus berkembang dan menjadi sukses dimasa depan.

Hargai Waktu dan Karya

Dalam dunia pekerjaan kita akan mempelajari sesuatu yang baru dan kita akan terus belajar. Daniel Simandjuntak berpesan untuk generasi milenial mengingat tiga hal yang menjadi panduan kerjanya.

“Hargai waktu yang ada untuk selalu on time, menghargai karya karena kita hidup pasti akan menciptakan sebuah karya dan yang terakhir menghargai kualitas,” jelas alumnus S1 Ekonomi Nanyang Technological University dan S2 Ekonomi Kebijakan Pembangunan di University of Manchester itu. Daniel mengaku mendapatkan berbagai macam kesempatan beasiswa karena kerja kerasnya dan keinginan untuk terus belajar.

Berbeda dengan Nadia Syahraniah. Lulusan UGM ini memiliki hal yang dijadikan motivasi dalam menuntun masa depan yaitu melihat kemiskinan di masyarakat. Karena latar belakangnya yang membuat Nadia sangat memperhatikan masalah kemiskinan, akhirnya Nadia bekerja di Kantor Staf Kepresidenan.

“Dari sini saya bisa mendapatkan kesempatan untuk berperan serta dalam program-program pengentasan kemiskinan, seperti pencegahan dan penanganan stunting,” ungkapnya. Nadia berpesan agar kita tidak tertutup untuk mendengar pendapat dari orang lain. “Jadikan masukan dan pendapat orang lain sebagai motivasi diri kita,” tegasnya.

Co-founder Go Girl! Nina Moran turut menjelaskan bahwa kepemimpinan yang berhasil adalah saat kita dapat memimpin diri sendiri terlebih dahulu baru kita dapat memimpin orang lain.

“Jangan berhenti untuk belajar dan jangan berhenti untuk berusaha, teruslah cari pengalaman yang banyak untuk dijadikan sebuah motivasi,” pesannya.

Baca Juga : Presiden Apresiasi Peran Aktif Generasi Milenial Promosikan Perdamaian

Acara ini ditunjukan agar generasi muda dapat menentukan visi misi untuk masa depan, memperlajari semua hal di masa muda mengenai karir, kepemimpinan dan kesempatan beasiswa karena peluang sangat terbuka untuk generasi muda di era sekarang ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top