Gerakan Milenial Merambah Media Sosial - strategi.id
Nusantara

Gerakan Milenial Merambah Media Sosial

strategi.id pilpres dimata para milenia

Strategi.id- Milenial dianggap menjadi salah satu elemen penting dalam menentukan arah menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Tidak jarang, kontestan yang hendak bertarung pada Pilpres 2019 berusaha menarik hati para pemilih milenial.

Dalam Sebuah acara Diskusi yang Mengambil Tema ” Pilpres 2019 Dimata Para Milenial ” diselengarakan oleh Indonesian Democracy Network , Ketua bidang politik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Abdul Aziz MN, melihat kaum milenial saat ini masih dalam batasan sebagai subjek yang masih bersifat menunggu saat yang dinantikan.

“Idealnya pilpres ini seperti malam minggu, waktu yang dinanti-nanti. Malam yang berarti penuh rasa dan menyenangkan serta sebagai obat rindu, dalam pilpres lima tahun sekali dari isu-isu politik dari rasa ke Indonesia-an kita,” jelas Aziz dalam acara diskusi di Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/18).

Lanjutnya, hal-hal apa saja yang sudah dilakukan penyelenggara pemilu dalam menyambut pilpres 2019. Sementara penyelenggara pemilu hanya sebatas mengumpulkan dalam sebuah acara.

Ini menjadi sebuah kekhawatiran ketika milenial dilihat sebagai sebuah subjek, tanpa melakukan sentuhan kepada kaum milenial oleh penyelenggara Pemilu. Persoalan sosialisasi tidak sesuai dengan kebutuhan yang real.

“Misalnya KPU-Bawaslu sosialisasi partai politik (parpol) dengan OKP (organisasi kepemudaan), itu polanya diundang dan pulang dikasih amplop. Padahal gerakan milenial kini merambah ke media sosial,” jelas Abdul Aziz.

Tentunya kaum milenial saat ini butuh sentuhan dalam wilayah kreatif dan inovatif serta tidak terlalu berat yang diambil peran oleh penyelenggara saja.

“Dalam perhelatan pilkada 2019 adalah gambaran pilpres yang melibatkan dan menjadikan sentuhan, sebanyak-banyaknya kaum milenial ini sebagai subjek, itu substantif, mengingat besarnya kaum milenial, 30 persen dari 170 juta pemilih,” jelas Ketua Bidang Politik di HMI ini.

Lanjut Aziz, sebenarnya semakin kedepan kaum ‘milenial’ berkembang dan berkemajuan, penting bagi anak milenial, lahir penggiat demokrasi terlepas dari pilihan tetapi menjadikan ‘kaum milenial’ sebagai subjek arah bangsa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top