GPKN Menolak Praktek Dinasti Kekuasaan Di Nias Selatan - strategi.id
Nusantara

GPKN Menolak Praktek Dinasti Kekuasaan Di Nias Selatan

Strategi.id - GPKN Menolak Praktek Dinasti Kekuasaan Di Nias Selatan

Strategi.id – Roda Kepemimpinan Pemerintahan di Nias Selatan sangat di sesali oleh beberapa organisasi kepemudaan, salah satunya Gerakan Pemuda Kepulauan Nias. Ini berawal ketika GPKN melihat adanya sistem pemerintahan yang menabrak regulasi dan kuatnya praktik dinasti kekuasaan di pusaran pemerintahan di bawah kepemimpinan HD-Sanolo. Jakarta, Rabu (10/7/19).

Menurut Ketua Umum GPKN Delinus Sarumaha, 3 Tahun kepemimpinan HD-Sanolo tingkat Indeks Prestasi Manusianya berada pada posisi rendah di wilayah sumatera utara, artinya tidak ada keseriusan dari pemerintahan untuk meningkatkan ini.

“3 Tahun Kepemimpinan Bupati Nias Selatan, tidak ada hal yang bisa kita banggakan, Indek Pembangunan Manusia (IPM) Nias selatan berada paling rendah di wilayah Sumatra Utara, Sistem pemerintahan yang buruk, dimana mutasi jabatan tidak lagi melalui proses lelang jabatan , etos kerja yang buruk, pelayanan publik yang buruk, Penegakan hukum yang tajam kebawah, dimana banyak laporan masyarakat terkait dugaan korup para penyelenggara kebijakan disana selalu diabaikan dan tidak pernah di tindak” Ujar Delinus Sarumaha, (11/7/19]

“Misalnya saja terkait Dana Desa dimana banyak aparat desa diduga menyelewengkan dana desa dan juga Bantuan Pendidikan bagi masyarakat miskin melalui KIP juga banyak laporan masyarakat terkait hal itu juga diabaikan, pelayanan kesehatan yang buruk, masyarakat miskin tidak lagi bisa berobat di pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat, bantuan –bantuan lainnya buat rakyat miskin juga yang selalu diselewengkan” Lanjutnya.

Delinus menyampaikan bahwa kejadian ini sangat miris, dalam pusaran pemerintahan justru Hilarius Duha sibuk membangu dinasti kekuasaanya.

Tentu saja kejadian ini membuat kita semakin miris dan prihatin ketika Bupati Nias Selatan (DR.Hilarius Duha) justru sibuk membangun dinasti kekuasaan. Dilingkaran pemerintahan para kerabatnya di desain sedemikian rupa mengisi jabatan-jabatan srategis di dalam pemerintahan Nias Selatan, sebut saja Sekda yang merupakan keponakan sang bupati (Ikhtiar Duha,SE,MM) , kemudian Kabag Keuangan yang juga merupakan adik kandung sang bupati (Monasduk Duha,SE) belum lagi jabatan-jabatan yang lain yang diisi oleh kerabatnya, kemiskinan masyarakat Nias Selatan menjadi kontras ketika kita melihat pemimpinnya justrus membangun rumah mewah dan para kerabatnya juga bermewah-mewahan. Tutur Delinus.

Oleh karena itu kami Gerakan Pemuda Kepulauan Nias mengajak seluruh masyarakat Nias, Khususnya Nias Selatan beserta para tokoh-tokoh untuk menolak praktek DINASTI KEKUASAAN di nias selatan, ini saat nya bagi kita semua bersatu melawan perilaku Korup, Feodal, Nepotisme dan Dinasti di Nias Selatan. Tegas Delinus Sarumaha.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top