Grebeg Onje, Ritual Menjelang Ramadan di Purbalingga - strategi.id
Budaya

Grebeg Onje, Ritual Menjelang Ramadan di Purbalingga

Grebeg Onje, Ritual Menjelang Ramadan di Purbalingga
Grebeg Onje, Ritual Menjelang Ramadan di Purbalingga

Strategi.id – Desa Onje, Kecamatan Mrebet dikenal dengan wisata religinya. Makam Adipati Onje, pemimpin masa lalu cikal bakal Purbalingga ada di sini.

Tak kalah penting adalah jejak syiar agama Islam di Jawa Tengah bagian barat yang bisa dirunut dari keberadaan Masjid Raden Sayyid Kuning, penyebar agama Islam yang lantas dikenal dengan sebutan Islam Aboge.

Makanya, tidak aneh jika masyarakat Desa Onje sejak puluhan tahun lampau memiliki ritual khusus menyambut Ramadan. Sudah menjadi tradisi, masyarakat menggelar syukuran dalam bentuk nasi penggel yang diberikan kepada para kerabat.

Baca Juga : Cara Ki Ageng Lestarikan Budaya Lewat Kesenian Lokal

Untuk melestarikan budaya luhur yang berpotensi sebagai wisata religi itu, semenjak tiga tahun lalu, prosesi menjelang Ramadan itu dibalut dalam rangkaian ritual budaya Grebeg Onje, sebuah rangkaian ritual yang menandai akhir bulan Sa’ban dan menyambut datangnya puasa atau Ramadan.

Tahun ini, Grebeg Onje digelar mulai 1 Mei hingga 3 Mei 2019. Rangkaian kegiatan hari pertama dimulai pukul 09.00 WIB dengan kegiatan pembukaan dan kuliner jajan pasar.

Acara dengan atmosfer wisata religi ini lantas dilanjutkan dengan prosesi ziarah kubur. Kemudian, pukul 13.00 WIB, diadakan napak tilas sejarah Onje.

“Pukul 19.30 WIB dilaksanakan Tahlil bersama di Pendopo Desa Onje dilanjutkan dengan sarasehan kebudayaan dan sejarah Onje,” dia menjelaskan.

Prosesi budaya hari kedua dimulai pukul 08.00 dengan ritual pengambilan air dari tujuh sumber mata air, dilanjutkan dengan jodangan dan grebeg gunungan palawija. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pentas seni tradisional yang bertempat di lapangan Desa Onje.

Malamnya, sekitar pukul 19.30 WIB digelar prosesi penggelan di Jalan Tepus Rumput. Dilanjutkan dengan seni Begalan di Masjid Raden Sayyid Kuning. Kemudian Mandi Suci di Kedung Pertelu di sungai Jojok Telu.

Baca Juga : Ini Tradisi Jelang Nyepi Hingga Kuliner yang Wajib Disajikan

Tak berhenti di situ, ada pula prosesi babar penggel atau grebeg penggel. Kemudian untuk hari ketiga akan digelar hiburan rakyat tradisional yakni musik calung yang dimulai pukul 13.00 di Lapangan Desa Onje.

“Rencananya kegiatan hari kedua akan dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Ibu Dyah Hayuning Pratiwi,” ucapnya.

Dia menerangkan, berbagai ritual itu mengandung filosofi luhur. Salah satunya adalah ziarah. Ziarah bertujuan mengingatkan manusia kepada akhirat.

“Siapa pun manusia di dunia ini pasti akan mati. Sehingga diharapkan manusia terbaik pasti akan menggunakan kehidupan dunianya untuk mencari bekal kebahagian di akherat kelak,” dia menjelaskan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top