Green Sukuk, Instrumen Investasi Penting Untuk Pembangunan Berkelanjutan - strategi.id
Infrastruktur

Green Sukuk, Instrumen Investasi Penting Untuk Pembangunan Berkelanjutan

strategi.id - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati (kiri) menghadiri acara pembukaan sesi "Pathways to Prosperity" dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10). Agenda tersebut membahas tentang perkembangan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi. ICom/AM IMF-WBG ( Foto: Nicklas Hanoatubun/wsj/2018/ infopublik.id )
strategi.id - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati (kiri) menghadiri acara pembukaan sesi "Pathways to Prosperity" dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10). Agenda tersebut membahas tentang perkembangan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi. ICom/AM IMF-WBG ( Foto: Nicklas Hanoatubun/wsj/2018/ infopublik.id )

Strategi.id – Tema lingkungan hidup ikut menjadi pembahasan penting dalam Pertemuan Tahunan IMF -WBG di Bali. Salah satu yang menjadi pembahasan terkait hal ini adalah pembiayaan kegiatan penanggulangan perubahan iklim dengan menggunakan instrumen baru yang disebut Green Sukuk, Nusa Dua-Bali, (9/10/18).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Green Sukuk adalah instrumen pembiayaan sangat penting bagi kelestarian lingkungan hidup. “Sekecil apapun langkah yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan ini maka saya akan lakukan,” tegas Menteri Keuangan pada seminar “Green Finance for Sustainable Development” di Hotel Nusa Dua, Bali Selasa .

Sri Mulyani tampil bersama Wakil Presiden World Bank Treasury, Arunma Oteh. Seminar ini membahas bagaimana pemerintah bersama-sama dengan pihak swasta di seluruh dunia harus bersama-sama menjaga lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tantangan kita adalah bagaimana agar pembangunan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan” lanjut Sri Mulyani.

Menurutnya, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan, pemerintah perlu engharmonisasi kebijakan untuk mendorong langkah itu. Karenanya, Kementerian Keuangan mengeluarkan instrumen investasi baru untuk pembiayaan berkelanjutan, yaitu Green Sukuk.

Green Sukuk merupakan cara baik dan menjanjikan untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang berkaitan dengan program lingkungan hidup. “Dunia sedang berkonsentrasi kepada proyek-proyek yang berbasis kesinambungan, terutama pada tema-tema lingkungan dan penghijauan. Dan kemudian Green Sukuk hadir diprakarsai pertama kali oleh Indonesia.” Jelas Arunma Oteh.

“Apabila Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan terkait lingkungan hidup, maka akan banyak investor dunia yang tertarik,” lanjut Arunma Oteh.

Indonesia memangtercatat sebagai pionir dalam penerbitan obligasi hijau di kawasan Asia Tenggara melalui penerbitan Green Sukuk senilai USD1,25 miliar pada bulan Maret 2018.

Transaksi ini merupakan penerbitan Green Sukuk pertama kalinya di dunia yang dilakukan oleh negara (the world’s first sovereign green sukuk).

Selain semakin memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global, penerbitan Green Sukuk ini juga merupakan manifestasi komitmen Indonesia pada Paris Agreement yang diratifikasi pada tahun 2016 dalam rangka mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih rendah karbon dan tahan atas perubahan iklim.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top