Gubenur BI : Islamic Sosial Finance Harus Dioptimalkan - strategi.id
Infrastruktur

Gubenur BI : Islamic Sosial Finance Harus Dioptimalkan

Strategi.id- Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan), Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kiri) dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri) berfoto bersama saat media briefing penutupan Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). ICom/Am IMF WBG/ ( Foto : Fikri Yusuf/wsj/18 / infopublik.id
Strategi.id- Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan), Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kiri) dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (kedua kiri) berfoto bersama saat media briefing penutupan Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). ICom/Am IMF WBG/ ( Foto : Fikri Yusuf/wsj/18 / infopublik.id )

Strategi.id- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menghadiri seminar Mainstreaming Islamic Finance into Global Initiatives pada ajang Pertemuan Tahunan IMF WBG di BICC, Minggu (14/10/18).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur BI menegaskan perlunya upaya untuk mengoptimalkan keuangan Islamic social finance untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif.

Menurut Gubernur BI, prinsip keuangan Islam sangat cocok dalam aktivitas Sustainable Development Goals (SDG’s) dan inklusi keuangan, serta pengembangan usaha kecil dan menengah.

“Kami di BI bersama IDB, Baznas, telah membuat zakat core initiative pada bulan Mei 2016. Ini perlu regulasi yang terintegrasi. Inisiatifnya dikenalkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia” ujar Gubernur BI.

Sementara itu, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Anwar Bashori menjelaskan bahwa Islamic finance itu terbagi dua, Islamic Commercial Finance yang terdiri dari banking, insurance. Kemudian ada Islamic Social Finance, antara lain waqaf, zakat dan infaq.

“Islamic Social Finance memiliki potensi yang besar, seperti wakaf, bila dikelola dengan baik wakaf bisa menghasilkan multiplier efek yang besar. Bisa untuk pembangunan, bisa beli sukuk negara yang nantinya akan membantu pembangunan infrastruktur,” kata Anwar.

Menurut Anwar, Islamic Social Finance, dalam hal ini waqaf, sudah menjadi bagian dari pembangunan Indonesia. Waqaf saat ini sudah bisa menjadi alternatif pembiayaan dalam membangun infrastruktur .

“Karena itulah, dengan potensi yang begitu besar, Islamic Finance di Indonesia harus terus dioptimalkan dan dikembangkan,” kata Anwar.

Didalam Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018,   World Bank Group menyelenggarakan acara yang membahas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, termasuk urbanisasi, perpajakan dan ketimpangan. Selain itu, diadakan juga acara-acara yang membahas bagaimana teknologi rekanan dapat memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan, bagaimana mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta isu-isu yang dihadapi berbagai wilayah, terutama di Asia dan Afrika, bagaimana kelaparan dapat diatasi, bagaimana membiayai pembangunan – memanfaatkan fasilitas pembiayaan global, system keuangan Syariah, pembiayaan yang ramah dan Agenda Ekonomi Digital.

Sistem Pembiayaan internasional dapat diperkuat dengan normalisasi kebijakan moneter di antara negara maju, mengatasi tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang,  menyelesaikan reformasi tata kelola IMF yang sedang berjalan, dan memperkuat Global Financial Safety Net (GFSN) melalui Pengaturan Keuangan Wilayah.

Indonesia sebagai negara berkembang perlu mengembangkan cadangan kebijakan pertahanannya untuk merespon kebijakan yang dikeluarkan negara-negara maju, untuk mengurangi risiko ketimpangan perdagangan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top