HANJABA 2018 Pasca Pergub Pembudayaan Kegemaran Membaca - strategi.id
Nusantara

HANJABA 2018 Pasca Pergub Pembudayaan Kegemaran Membaca

Strategi.id - Penyerahan donasi buku saat puncak acara HANJABA 2018 di Perpusda cikini

Strategi.id – Puncak rangkaian kegiatan literasi tahunan paling bergengsi bertajuk Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) 2018 Tingkat Provinsi DKI Jakarta berlangsung meriah. Acara yang menjadi program unggulan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusif) Provinsi DKI Jakarta itu kali mengambil tema “Dari Baca Kamu Tahu Segalanya.”

“Dibanding acara serupa sebelumnya, puncak HANJABA yang menjadi ajang apresiasi dan ekspresi literasi bagi anak, masyarakat dan pemustaka di Jakarta kali ini menampilkan beragam mata lomba literasi dan aksi kreatif yang lebih variatif dan lebih seru dibanding tahun sebelumnya,” demikian kata Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN) , Nanang Djamaludin yang ditemui strategi.id disela-sela hari pertama puncak acara HANJABA 2018.

Nanang mengungkapkan, HANJABA sebagai ajang apresiasi dan bagian penempaan anak Jakarta dan masyarakat Jakarta secara luas yang menyukai aktivitas berliterasi merupakan kegiatan yang amat positif dan harus terus-menerus ditradisikan serta dikembangkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Pesta literasi seperti HANJABA dan ajang pemilihan Abang dan None Buku (Abnonku) yang digelar tahunan oleh Dispusif Provinsi DKI Jakarta saya pikir sangat layak diapresiasi, dijadikan ‘role model’ oleh provinsi dan Kota/Kabupaten lain yang sama sekali tak punya model pesta literasi di daerahnya dalam rangka merangsang dan mendongkrak minat berliterasi di daerahnya,” jelas pria yang juga menjadi konsultan Kota Layak Anak tersebut

Ia menyinggung di era sebelumnya, ketika Gubernur DKI Jakarta masih dijabat Ahok, kegiatan HANJABA sempat tidak diberi alokasi anggaran oleh Gubernur Ahok, entah dengan alasan apa.

“Boleh jadi sebagai kepala daerah, Ahok tidak terlalu kuat perspektifnya tentang pentingnya menumbuhkembangkan minat berliterasi anak-anak dan masyarakat lewat ajang-ajang literasi yang jadi salah satu bagian penting merangsang minat berliterasi anak dan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh ia mengapresiasi Gubernur Anies Rasyid Baswedan yang punya perspektif literasi yang lebih kuat ketimbang Ahok. Yang mana Anies melangkah lebih maju dalam konteks upaya membangun budaya membaca anak-anak dan masyarakat Jakarta dengan mengeluarkan Pergub No. 76 Tahun 2018 tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca yang ditetapkan pada 26 Juli 2018 lalu.

Di dalam Pergub itu, Pembudayaan kegemaran membaca yang dimaksudkan adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia seiring dengan
perkembangan zaman. Tujuannya, membangun minat, kegemaran dan kebiasaan membaca masyarakat, dengan
tujuan mendorong terciptanya masyarakat membaca, menuju masyarakat belajar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Adapun jenis kegiatan Pembudayaan kegemaran membaca terdiri dari sosialisasi, promosi, kompetisi, dan apresiasi.

“Meskipun Pergub tersebut dipandang sebelah mata dan dianggap tak bakal efektif oleh segelintir pihak lantaran tdak memuat sanksi, namun menurut lembaga kami, JARANAN, Pergub itu penting sebagai bentuk penegasan komitmen dan titik pijak kepala daerah dalam melihat stimulus menuju tradisi berliterasi yang baik merupakan salah kunci penting bagi peningkatan SDM daerah yang berkualitas dan berkarakter positif,” jelas Nanang lagi.

Puncak acara HANJABA 2018 berlangsung dua hari berturut-turut, 19-20 Oktober 2018, bertempat di Perpustakaan Umum Daerah Cakini, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Kategori Lomba dan Donasi Buku

Ada dua kategori lomba pada HANJABA 2018 ini. Pertama, lomba berjenjang yang kepesertaanya dimulai dari tingkat kota/ kabupaten di DKI Jakarta lalu berlanjut ke tingkat provinsi.

Diantaranya adalah Lomba Bercerita untuk Pelajar SD, Lomba Baca Puisi untuk Pelajar SMP, dan Lomba Pidato Bahasa Inggris untuk Pelajar SMA/SMK.

Kedua, lomba tidak berjenjang, yang kepesertaanya bersifat umum dimana masyarakat DKI Jakarta bisa mengikutinya dengan mendaftar secara online pada laman website dispusip.jakarta.go.id sejak sebulan sebelumnya.

Diantaranya adalah Lomba Mewarnai untuk TK/ PAUD, Lomba Cepat Tepat/ Cerdas Cermat untuk SMA lomba, Lomba Membuat Maskot Perpustakaan untuk Masyarakat Umum, Lomba Presentasi Literasi untuk TBM/ RPTRA/ Komunitas literasi.

Hadiah yang disiapkan panitia amat menarik. Juara 1 akan memperoleh Rp2.500.000, piala, dan sertifikat. Juara 2 Rp3.000.000, piala, dan sertifikat.

Juara 3 Rp.2.500.000 serta piala, dan sertifikat pemenang. Juara Harapan I  Rp.2.250.000, piala, dan sertifikat. Dan juara Harapan II  Rp.2.000.000, piala, dan sertifikat.

Selain lomba, beragam komunitas, termasuk komunitas difabel dan bintang tamu tampil mengisi panggung yang disiapkan.

Juga ada acara penyerahan ribuan paket donasi buku secara simbolis kepada komunitas-komunitas penggiat literasi dari pelbagai wilayah di DKI Jakarta.

Buku-buku tersebut sumbangan dari Bank DKI, Penerbit Airlangga, Asia Foundation, gramedia.com, dan dari Dispusif Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan lewat donasi buku tersebut bisa turut merangsang peningkatan minat baca di masyarakat sekitar komunitas literasi yang ada di DKI Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top