Harga Kebutuhan Pokok di Gowa Sulawesi Selatan Mulai Stabil – strategi.id
Nusantara

Harga Kebutuhan Pokok di Gowa Sulawesi Selatan Mulai Stabil

Strategi.id – Harga kebutuhan pokok selama lima hari puasa Ramadhan 1440 Hijriah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mulai stabil setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan saat nenjelang dan awal puasa ini.

“Untuk harga-harga kebutuhan pokok sudah mulai stabil. Memang dua hari menjelang puasa dan awal-awal Ramadhan ini terjadi kenaikan pada beberapa bahan pokok, tapi sekarang sudah mulai normal lagi,” ujar Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa Muhammad Rais di Gowa, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan dan kontrol terhadap stok maupun harga kebutuhan pokok.

Baca juga : Operasi Pasar, Harga Bawang Putih Mulai Turun

Beberapa kebutuhan pokok yang harganya sempat bergejolak seperti bawang putih, bawang merah dan ayam. Dia mengakui kalau stok bawang merah dan putih memang mengalami kekurangan sehingga harganya ikut bergejolak.

“Tapi sekarang setelah lima hari puasa, harga-harga untuk komoditas bawang merah dan bawang putih serta ayam sudah mulai normal lagi,” katanya.

Rais menyebutkan untuk ayam potong sudah mengalami penurunan dari harga Rp60 ribuan per ekor kini menjadi Rp45-50 ribu per ekor, harga bawang merah sudah dikisaran Rp30-35 ribu per kilogram yang sebelumnya bisa mencapai Rp40 ribu per kg, begitupun dengan bawang putih kini kisaran Rp48-55 ribu per kg.

Baca juga : Bawang Putih di Jambi Masih ada yang Jual Rp 80.000/Kg

“Jadi ini semua sudah hampir turun jika dibanding sebelum Ramadhan. In-sya Allah kita akan terus tekan harga ini, kami akan terus melakukan sidak pertiga hari agar bisa lebih memantau jika ada pedagang maupun distributor yang menaikkan harga secara sepihak,” tambah Rais.

Bahkan dirinya menegaskan jika ditemukan adanya penimbung maka pemerintah tidak segan mencabut izin distributor tersebut, begitupun dengan pedagang yang menaikkan harga diatas 15-20 persen dari harga beli maka akan diperingati dan terus dipantau untuk segera menurunkan jualannya.

“Rata-rata pedagang pasar ini mengambil barang dari pasar induk sehingga mungkin menaikkan Rp 5 – 7 ribu dari harga belinya dan ini masih normal dibandingkan dengan daerah lain. Insyaallah kami akan terus pantau,” jelasnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top