Hari Raya Imlek - strategi.id
Dialektika

Hari Raya Imlek

Strategi.id - Hari Raya Imlek

Strategi.id – Di Tahun 2021 ini, Tahun Baru IMLEK jatuh pada hari Jum’at, 11 Februari 2021 dan merupakan Tahun Baru China ke 2572 dengan shio Tahun Kerbau Logam.

Di Indonesia, tahun Baru China lebih dikenal sebagai Tahun Baru Imlek dan merupakan Hari Raya yang Terpenting dalam masyarakat China atau keturunan China, karena pada hari itu akan memulai lembaran baru, biasanya di tandai dengan berpakaian baru.

Kata Imlek berasal dari dialek Hokkian, yaitu : Im = Bulan, Lek = penanggalan atau mandarinya yin li yang berarti kalender bulan. Perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan pada tanggal 1 hingga tanggal 15 pada bulan ke-1 penanggalan kalender China yang menggabungkan perhitungan matahari, bulan, 2 energi yin-yang, konstelasi bintang atau astrologi shio, 24 musim, dan 5 unsur.

Momen hari raya Imlek, adalah sebuah peristiwa penting dalam merekatkan rasa kebersamaan seluruh anggota keluarga. Karena dalam Momen penting ini bukan hanya sekedar bersilaturahmi saja, tetapi juga saling berbagi dan memberikan pengalaman selama setahun kehidupan yang telah dijalankan.

Tentu dengan kejadian pandemi Covid-19 ini, yang justru melarang agar orang tidak berkerumun, maka menjadi suatu yang cukup menyedihkan. Tapi kita dapat meyakini, bahwa saudara-saudara kita yang merayakan dapat melakukan penyesuaian dalam situasi ini.

Sebab seperti yang kita ketahui, bangsa china dan keturunan etnik china dapat secara cepat beradaptasi bahkan mampu berakultrasi dengan budaya setempat.

Makna Imlek dalam perspektif keluarga adalah momentum semangat membangun Kebersamaan seluruh anggota keluarga, karena itu dalam konteks yang lebih luas spirit imlek dapat dijadikan semangat membangun kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara, dalam kebersamaan mengatasi berbagai kesulitan ditengah pandemi Covid-19 ini.

Rentang Waktu Hari Raya Imlek

Dalam satu Tahun China terdiri dari 12 bulan atau 13 bulan jika Tahun Kabisat. Dalam 1 bulan terdiri 29 atau 30 hari. Sehingga dalam setahun terdiri dari 355 hari atau 385 hari (Tahun Kabisat), secara sistem penanggalan Masehi.

Jadi tahun Baru China pasti jatuh antara 21 Januari (paling awal) hingga 20 Februari (paling akhir) setiap tahunnya. Ini berarti hari raya biasanya jatuh pada bulan kedua setelah musim dingin.

Perbedaan Perhitungan Usia

Dalam menghitung usia manusia dalam perspektif kalender China berbeda dengan sistem Kalender masehi. Jika dalam kalender masehi, mulai menghitung usia sejak masa kelahiran. Sedangkan dalam sistem penanggalan China, usia manusia dihitung sejak masa kehamilan. Sehingga umur seorang China menurut penanggalan China hampir selalu ‘umur penanggalan Masehi ditambah 1.

Shio, Unsur & Energi

Dalam masyarakat China di kenal kombinasi 3 faktor, yaitu 12 shio, 5 unsur, dan 2 energi).

Shio hakekatnya adalah 12 masa yang memiliki periode khusus yang mempengaruhi kehidupan di bumi, yaitu sbb: 1) shio Tikus 2) shio Kerbau 3). shio Harimau 4). shio Kelinci 5). shio Naga 6) shio Ular 7) shio Kuda 8). shio Kambing 9) shio Kera 10).shio Ayam 11).shio Anjing 12).shio Babi

Sedangkan Unsur ada Lima, yaitu :1). Kayu 2). Api 3). Tanah 4). Logam 5). Air.

Dan 2 Energi, yaitu Yin & Yang

Arti dasar Yin-Yang adalah komponen berlawanan yang saling tarik menarik, serta mempromosikan teori kesatuan dan harmoni yang dicapai oleh dua unsur berlawanan. Dan setiap unsur masing-masing memiliki periode 2 tahun yakni periode yin dan periode yang.

Sedangkan makna warna merah yang mendominasi dalam perayaan hari raya Imlek itu menunjukkan “ Kebahagiaan & Semangat Hidup”.

Untuk itu dengan semangat kita mengucapkan “SELAMAT Hari Raya IMLEK, kepada warga negara indonesia yang merayakannya, semoga bangsa kita khususnya dan umat manusia di dunia ini mampu mengatasi persoalan pandemi Covid-19 ini, untuk menyambut datangnya kelimpahan rezeki di tahun baru Imlek 2572 dengan shio Kerbau logam yang mencerminkan kerja keras untuk mencapai semua harapan itu.

Penulis Oleh: Dr. Usmar SE.MM, Kepala Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat, Universitas Prof.Dr.Moestopo (Beragama), Jakarta & Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top