Hari Santri Yang Ternodai - strategi.id
Corong

Hari Santri Yang Ternodai

Strategi.id - Hari Santri Yang Ternodai
Strategi.id - Hari Santri Yang Ternodai

Strategi.id – “Janganlah Membenci sesuatu secara berlebihan, karena bukan tidak mungkin besok engkau akan mencintainya dan janganlah mencintai sesuatu secara berlebihan pula, karena bukan tidak mungkin besok engkau akan membencinya” (Al-Baqarah 216) sebuah teguran untuk Baginda Nabi Muhammad saw, manusia yang menjadi rujukan umat islam dimuka bumi ini dari abad ke abad agar dan untuk umat Islam tetap memegang teguh pada prinsip Rasionalitas dan Objektivitas kita dalam menjalankan kehidupan sehari- hari.

Niat baik Presiden Joko Widodo menjadikan tgl 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional mendapat ujian berat dari kalangan santri itu sendiri. Tragedi pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang diklaim sebagai bendera HTI ditengah-tengah perayaan Hari santri Nasional di pulau jawa beberapa waktu lalu, memantik reaksi publik yang cukup serius mengingat yang melakukan aksi “anarkis” itu adalah anggota oknum Banser yang notabene adalah santri atau mantan santri.

Hari Santri Nasional yang sejatinya dijadikan sebagai Hari yang bersejarah dan hanya ada dalam sejarah kepemimpinan era Presiden Joko Widodo ini, bisa dijadikan sebagai hari semangat membangun Moralitas Bangsa karna Pesantren adalah benteng terakhir pembangun sekaligus penjaga Moralitas Bangsa, bukan malah justru sebaliknya.

Sebuah adegan anarkis yang bertolak belakang dengan budaya santri, bertolak belakang dengan doktrin santri yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai Akhlaqul karimah, tidak diajarkan membenci atas nama apapun, karena Kebencian atas nama apapun tidak dibenarkan oleh Agama Islam, sehingga tidak dapat dibenarkan tindakan pembakaran bendera tersebut sekalipun bendera yang dibakarnya adalah bendera organisasi yang telah dilarang oleh Negara.

Sama hal nya ketika kita mendapatkan bendera PKI yang jelas dilarang oleh Negara, kita harus tetap mengedepankan Akhlak dalam menyikapi setiap fenomena alam dan perbedaan tersebut karena Allah swt mengutus Nabi Muhammad saw kemuka bumi ini pertama kalinya untuk “MENYAMPAIKAN AKHLAK YANG BAIK” membangun peradaban Manusia di planet bumi ini bagi umat manusia, itulah pertama kali yang diajarkan Rasulullah kepada umat manusia atas perintah Allah swt.

Saya pribadi adalah salah satu warga Negara Indonesia anti dengan HTI yang ingin merubah NKRI tersebut, anti juga kepada Komunis yang membawa ajaran ekstrimis kiri, tetapi saya tetap mengedepankan norma dan nilai dalam setiap menyikapi persoalan.

Terlepas bahwa tragedi pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid itu adalah sebuah percikan yang “sengaja” ditimbulkan dalam teori intelijen untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan yang satu ke persoalan yang lain, alangkah baiknya problem tersebut disudahi dengan melakukan introfeksi diri sekaligus mengevaluasi ulang tugas dan fungsi Banser itu didirikan, serta melakukan doktrin ulang kepada Banser agar menjadi bagian dari pemersatu Bangsa, bukan malah terpancing dengan issue-issue murahan di pinggir jalan sehingga membuat dirinya lupa dengan tugas dan fungsi yang dibuat oleh para pendiri NU terdahulu..

Sekian…!

Kolumnis Oleh M Husni Mubarok – MHM, Tokoh Muda Nasional /Mantan Santri Ponpes Arrowiyah Modung Bangkalan Madura

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top