Head To Head Pesawat R80, ATR dan Bombardir. – strategi.id
Nusantara

Head To Head Pesawat R80, ATR dan Bombardir.

strategi.id- ilham_habibie_upaya_menerbangkan

Strategi.id- Pesawat R80 garapan PT Regio Aviasi Industri (RAI) memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pabrikan pesawat lain. Moda transportasi udara ini, diciptakan untuk menjangkau wilayah kepulauan Jadi kira kira bagaimana kalo kita sandingkan ” Head to Head R80 ,ATR dengan Bombardir?”

Pesawat ini resmi masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) seiring sudah diterbitannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tentang Proyek Strategis Nasional. Lampiran Perpres tersebut mencantumkan 248 proyek yang masuk program Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, salah satu pesawat R80.

Komisaris RAI, Ilham Habibie mengatakan sebagai pesawat bermesin baling-baling, R80 memiliki saingan, di antaranya ATR dan Bombardier Dash-8. Namun dia optimistis pesawat R80 bisa memenangkan persaingan dengan pesawat asal Prancis dan Kanada tersebut.

Baca Juga : Strategi R80 Menggalang Donasi Demi Terwujudnya Mimpi #TerbangkanPesawatIndonesia

Hal yang membuat ‎putra Presiden Ke-3 B.J Habibie ini yakin adalah keunggulan pesawat R80 yang tidak dimiliki pabrikan pesawat lain, yaitu kapasitas pesawat ini bisa ditumpangi 80 sampai 100 orang untuk pesawat jarak pendek.Angka itu lebih besar 10-15 persen bila dibanding kapasitas ATR 72.
“Ini di dunia belum ada, karena 80-100 (penumpang) itu strategi kita. Membuat satu produk yang sebetulnya belum ada,” kata Ilham saat ditemui di Perpustakaan Habibie Ainun, Kawasan Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2/2018).
Ilham Habibie mengungkapkan, ‎dengan digerakkan mesin turboprop, konsumsi bahan bakar pesawat R80 jauh lebih irit 20 persen ketimbang pesawat bermesin jet seperti pada Bombardir. Hal ini tentunya jadi pertimbangan maskapai untuk membeli pesawat R80, karena efisiensi bahan bakar dapat membuat perusahan semakin untung.

Baca Juga : Pesawat R80 Buatan Indonesia Bersiap-Siap Mengudara

“Kalau menurut saya minimal 20 persen irit, itu cukup berarti. Karena laba perusahaan sangat sedikit, kompetisi ketat, sehingga mereka harus bisa berhemat‎,” tuturnya.

Ilham menuturkan, untuk harga, diyakininya lebih murah 10 persen bila dibanding ATR 72. ‎Karena, biaya pengembangan R80 sekitar USD1,5 miliar jauh lebih murah dari modal pengembangan pesawat ternama dunia lainnya.

“Saya dulu kerja di Boeing tahun 90-an. Waktu itu pesawat Boeing 737 itu beralih generasi baru dengan hanya cockpit baru dengan sayap baru butuh USD2 miliar,” papar dia.

Pengembangan di Indonesia lebih murah, sebut Ilham, karena biaya teknisi jauh lebih murah di Indonesia. Meski, cukup banyak teknisi di Indonesia yang sudah cukup berpengalaman. “Jadi fakta yang membuat lebih daya saing dengan yang lain dari segi biaya, biaya orang, baik dari segi enginering maupun produksi,” ungkapnya.

Dengan harga yang lebih murah dan kapasitas lebih besar, lanjut dia, maka pesawat R80 bisa memenangkan pasar untuk skala di Asia. Setidaknya, sampai saat ini ada empat maskapai yang sudah tertarik dengan pesawat R80 dengan jumlah pesanan mencapai 155 unit.‎

Baca Juga : Keunggulan Pesawat R80 Buatan Indonesia

“Itu sudah letter of interest, Nam Air 100 unit, 25 Trigana Air, 20 Kalstar dan 10 Aviastar,” pungkas Ilham.

Dengan dana sebanyak Rp20 triliun atau setara USD1,5 miliar, PT Regio Aviasi Industri (RAI) bakal mengembangkan pesawat R80 yang merupakan hasil karya dari dalam negeri. Pengembangan diharapkan bisa terbang pertama kali pada 2022, dan mendapat sertifikasi penerbangan di 2025.

Untuk kenyamanan penumpang, pesawat R80 dilengkapi dengan sistem penyesuaian udara, sehingga tekanan udara di kabin pesawat tetap stabil tidak terpengaruh ketinggian pesawat. Hal ini tidak seperti pesawat jarak dekat berbadan kecil, yang tidak memiliki sistem tersebut.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top