Inas Bantah Prabowo, Indonesia Punya Banyak Profesor Fisika - strategi.id
Nusantara

Inas Bantah Prabowo, Indonesia Punya Banyak Profesor Fisika

Strategi.id - Bentak Pendukungnya, Prabowo Tak Layak Jadi Pemimpin

Strategi.id- Politisi Partai Hanura membantah ucapan capres Prabowo Subianto soal hanya ada satu profesor fisika di Indonesia. Menurut Inas Nasrullah politisi Partai Hanura ini melihat  banyak profesor fisika di berbagai universitas.

“Pernyataan Prabowo ini adalah penistaan dan penghinaan terhadap intelektualitas bangsa Indonesia yang seolah-olah bodoh dan tidak punya kemampuan untuk mempelajari fisika, padahal Indonesia banyak memiliki ilmuwan baik yang berkiprah di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/11/18).

Baca Juga : Perbedaan Sikap Prabowo Dengan Jokowi Masalah Kedubes Australia di Yerusalem

Menurutnya, pernyataan Prabowo merupakan hoax. Inas lalu menyebutkan sejumlah nama profesor fisika yang dinilainya sudah dikenal di kalangan para ilmuwan Indonesia.

Sebelumnya, Prabowo mengeluhkan kurangnya perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Prabowo memberi contoh kurang berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia adalah kurangnya profesor fisika.

“Kita hanya memiliki satu profesor fisika, hanya satu, coba bayangkan,” ungkapnya dalam acara Indonesia Economic Forum, di Hotel Shangri-La, Rabu (21/11/18) lalu.

“Di abad 21, abadnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Lalu bagaimana kita mau bersaing di bidang ilmu pengetahuan?” sambungnya.

“Prabowo kembali menunjukkan kelasnya, yakni kelas hoax bombastis, karena setiap pernyataannya layaknya bom di siang bolong tapi ternyata isinya hoax,” tegas Inas.

Baca Juga : Hanura: Tukang Ojek Juga Miris dengan Prabowo

“Inilah beberapa orang fisikawan yang terkenal di kalangan ilmuwan Indonesia, Prof Panthur Silaban PhD, guru besar fisika teori Institut Teknologi Bandung per Januari 1995 dan dikenal sebagai fisikawan pertama Indonesia (bahkan Asia Tenggara) dalam teori relativitas, khususnya relativitas umum, yang tergolong langka di bidangnya. Prof Tjia May On, PhD, guru besar fisika Institut Teknologi Bandung, menekuni bidang partikel kuantum dan kosmologi relativistik, dan kemudian penelitian polimer, optik nonlinier, superkonduktor,” ucap Inas.

Baca Juga : Ketua Fraksi Hanura Inas N Zubir : Telah Muncul Genre Politik Baru Neo Orbaisme

“Prof Freddy Permana Zen, MSc, DSc, dosen dan peneliti bidang fisika teoretik. Saat ini dia menjabat sebagai profesor bidang fisika teoretik energi tinggi (theoretical high energy physics) di Institut Teknologi Bandung dan menjadi direktur di Indonesia Center for Theoretical and Mathematical Physics, Prof Yohanes Surya, PhD (lahir di Jakarta, adalah seorang fisikawan Indonesia, juga dikenal sebagai pembimbing TOEFI, aktif dalam berbagai pelatihan matematika dan fisika Gasing (Gampang Asyik dan Menyenangkan). Prof Hendry Izaac Elim, sarjana fisika teori tamatan tahun 1995 di UGM, master fisika teori di ITB dan pada tahun 2005 memperoleh gelar PhD dari National University of Singapore (NUS), Profesor di Institute of Multidisciplinary Research for Advanced Materials (IMRAM) di Universitas Tohoku, Jepang,” sambung anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top