Inas Hanura: Waspada Islam Tanpa Al-Quran Ala Prabowo – strategi.id
Nusantara

Inas Hanura: Waspada Islam Tanpa Al-Quran Ala Prabowo

strategi.id – Sejak dimulainya perhelatan Pilpres yang diawali dengan kampanye damai pada bulan september lalu dimana 2 pasangan kandidat capres dan cawapres mulai bersosialisasi, maka setelah itu kita disuguhi tontonan keislaman dari Prabowo Subianto, dimana dia mulai menjawab ucapan salam secara Islam, padahal selama ini Prabowo tidak pernah menjawab ucapan salam yakni waalaikumsalam wr wb.

Inas Nasrullah Zubir menilai Ketidak nyamanan Prabowo Subianto dalam menjalankan kewajiban membaca Al-Quran, paling tidak dalam sholat, menjadi fenomena tersendiri dalam percaturan politik di Indonesia menjelang Pilpres, dimana keislaman yang dipaksakan menjadi branding Prabowo Subianto oleh tim suksesnya, ternyata justru membuat Prabowo tidak nyaman karena memang tidak terbiasa dengam suasana islami.

baca juga: Pilpres 2019, Come Back-nya Orde Baru

Inas juga mengatakan suasana yang islami yang selalu dipaksakan oleh pendukung-nya kepada Prabowo Subianto, mencapai puncaknya disaat ulama 212 meminta penjelasan dari Prabowo tentang sejauh mana keislaman yang didalami oleh Prabowo, tetapi malahan mendapat hardikan dari Prabowo Subianto disertai dengan meninju meja yang ada didepan para ulama 212!.

Hal ini diceritakan dengan gamblang oleh mantan penasehat alumni 212 yang mengundurkan diri dari alumni 212, Ushama Hisyam karena menganggap Prabowo telah merendahkan martabat ulama 212 dan menyakiti umat Islam umumnya.

“Orang-orang yang sudah tidak perduli lagi dengan agama Islam dan lebih mementingkan kekuasaan, mulai meminggirkan keislaman dari lingkungan Prabowo Subianto bahkan sekarang ini mereka berani dengan tegas mengatakan bahwa agama jangan dicampur adukan dengan pilpres!” Tambah Inas.

“Padahal sebelumnya kelompok pendukung Prabowo ini sangat gencar membawa-bawa Islam demi kepentingan politik mereka, bahkan Amien Rais, salah satu kompanion Prabowo mengatakan bahwa agama tidak bisa dipisahkan dengan politik!” kata Inas.

Kader partai Hanura ini juga mengatakan Ketika Ikatan Da’i Aceh meluncurkan wacana tes membaca Al-Quran bagi Capres dan Cawapres untuk menghentikan polemik keislaman-nya Prabowo, maka kemudian dengan tegas kubu Prabowo Subianto menolak wacana tersebut dengan alasan bahwa tes membaca Al-Quran tidak akan mereka ikuti karena bukan keharusan.

padahal selama ini, masyarakat yang mendukung Prabowo beranggapan bahwa Prabowo pandai membaca Al-Quran, tapi kemudian mereka kecewa karena ternyata Prabowo bukan saja tidak mampu membaca Al-Quran tapi juga ditengarai jarang sekali sholat!

baca juga: Refleksi Akhir Tahun, Catatan Kecil Ketua DPR RI

Keislaman yang pas-pasan yang ada pada diri Prabowo tersebut terpaksa harus dikemas agar dapat diterima oleh masyarakat dari golongan Islam abangan, oleh karena itu munculah kelompok Islam tanpa Al-Quran dan tanpa ibadah yang sekarang ini menjadi salah satu tulang punggung pendukung Prabowo Subianto, dimana kelompok Islam tanpa Al-Quran ini mulai menjadi trend di masyarakat.

Oleh karena itu, diharapkan agar umat Islam mewaspadai ini karena bisa jadi akan mengarah menjadi aliran yang menyesatkan generasi muda Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top